Lulusan S-3 Terbaik di IPB, Joshian Bagi Cerita

|

Ilustrasi : ist.

Lulusan S-3 Terbaik di IPB, Joshian Bagi Cerita

JAKARTA - Menempuh pendidikan bertahun-tahun tentu meninggalkan kesan tersendiri bagi tiap mahasiswa. Demikian pula yang dialami dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Joshian Nicolas William Schaduw ketika menyelesaikan program doktoralnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama 20 bulan mengenyam pendidikan, Joshian berhasil menyandang predikat lulusan terbaik program doktoral periode wisuda kali ini.

Rela menyebrangi pulau untuk menyelesaikan pendidikan S-3nya, Joshian mengaku, IPB merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. "Saya optimistis IPB bisa bersaing untuk menjadi yang terbaik di Asia. Oleh karenanya, setelah menamatkan studi S-2 saya langsung tertarik untuk melanjutkan studi di IPB," ungkap Joshian, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (5/7/2012).

Dia menyebutkan, selain kompetensi ilmu yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan sebagai tenaga pengajar, IPB memberikan daya tarik tersendiri untuk program studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL). "Lulusan SPL bukan saja dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar yang baik akan tetapi diberikan pengetahuan aplikatif untuk berperan langsung dalam pengembangan maritim Indonesia,” tuturnya.

 

Sistem pembimbingan yang intensif serta tingkat ketelitian yang tinggi dari pembimbing, kata Joshian, awalnya membuat dia kesulitan menyesuaikan. Namun, dia menyadari semua hal tersebut adalah proses menuju arah keberhasilan.

"Ini terbukti dengan waktu studi S-3 yang bisa saya tempuh dalam waktu 20 bulan dengan IPK 3,80 adalah suatu pencapaian nilai yang bisa didapatkan dengan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak yang terkait,“ ujar Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat, Manado tersebut.

 

Pengalaman berkesan yang dialami Joshian selama menempuh pendidikan S-3 di IPB adalah keterlibatannya dalam pembuatan cetak biru sumber daya pesisir dan lautan Provinsi Kepulauan Riau, yakni Pengelolaan Wisata Bahari yang Terpadu dan Berkelanjutan.

"Pada ujian terbuka yang mengundang Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang sebagai penguji luar komisi adalah suatu terobosan untuk menyinergiskan antara perguruan tinggi dan pemerintah setempat untuk berkolaborasi dalam mengelola kawasan pesisir dan lautan secara terpadu dan berkelanjutan," katanya bangga.

 

Tidak lupa, Joshian berpesan bagi para mahasiswa yang akan dan sedang menempuh studi di kampus IPB. "Terus semangat, berusaha memberikan yang terbaik, jangan pernah menyerah. Ingatlah bahwa kunci keberhasilan adalah kerja keras dan kerjasama. Keberuntungan akan ada apabila kesiapan bertemu dengan kesempatan, maka jangan pernah menunda pekerjaan," imbuhnya.(mrg)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Perempuan Termuda & Tercantik di Dunia