Nyalo Akta Kelahiran, Oknum Satpol PP Ditangkap

|

Foto: Ilustrasi

Nyalo Akta Kelahiran, Oknum Satpol PP Ditangkap
BLITAR - Anis Suhibul (56) oknum pegawai negeri sipil (PNS) Satpol PP Kabupaten Blitar tertangkap tangan sedang melakukan praktik percaloan akte kelahiran di Pengadilan Negeri (PN) Blitar. Anis diringkus saat menerima sejumlah uang dari para pemohon akta kelahiran.

“Saat ini yang bersangkutan tengah kita periksa,“ ujar Mustofa salah seorang kepala bidang penegakan disiplin di Satpol PP Kabupaten Blitar, Kamis (5/7/2012).

Anis bertugas sebagai staf Trantib di Kecamatan Udanawu. Namun di saat jam-jam  kerja, yang bersangkutan justru tidak berada di wilayah kerjanya. Ia lebih sering berada di Pengadilan Negeri Blitar. Informasi yang diterima sebelum dilakukan penangkapan, Anis kerap menjual jasa kepada para pencari akta kelahiran. “Dan setelah kita lakukan penyelidikan semua itu memang benar adanya,“ terang Mustofa.

Informasi yang dihimpun, Anis tidak bekerja seorang diri. Beberapa oknum diduga juga terlibat dalam kegiatan ilegal ini. Di sisi lain, peluang percaloan diduga sengaja dilonggarkan oleh pihak pengadilan. “Kita masih terus mendalami kasus ini. Apakah memang yang bersangkutan bekerja sendiri atau semua itu dilakukan secara tim,“ pungkasnya.

Timbul (35), salah seorang pemohon akta asal Kelurahan Kanigoro mengaku dimintai Anis uang sebesar Rp500 ribu. Dengan ongkos yang lebih besar dari ketentuan harga Rp166 ribu itu, Timbul dijanjikan bisa memperoleh akta lebih cepat. Sebab, pelaku bisa melakukan komunikasi langsung melalui pintu belakang. “Karena saya memang tidak tahu akhirnya ikut saja,“ tuturnya.

Kepada petugas yang memeriksanya, Anis hanya mengaku mendapat keuntungan Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. “Disini saya hanya ikut membantu saja. Sebab banyak orang-orang yang tidak tahu tata cara mengurus akta kelahiran,“ terangnya. (sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lomba Sra' Pasra'an Mantan di Tengah Lunturnya Budaya Madura