Sengketa Tanah, Warga Bentrok dengan Personel TNI AD

Ilustrasi

Sengketa Tanah, Warga Bentrok dengan Personel TNI AD
MALANG - Warga Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, bentrok dengan personel TNI AD.

Bentrok terjadi setelah tiga pleton TNI mencabuti baliho dan patok tanah di lahan sengketa yang dikuasai Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat (Puskopad) Komando Daerah Militer V/Brawijaya.

Personel TNI dan warga saling pukul hingga korban berjatuhan. “Warga yang terluka ada lima orang, tiga di antaranya parah,” kata Hadi Suyatno, Ketua Paguyuban Kelompok Tani Desa Harjokuncaran, saat dihubunngi Okezone, Jumat (6/7/2012) sore.

Jumlah personel TNI AD yang luka belum diketahui. Saat ini, kata Hadi, warga memilih mundur, namun tetap bersiaga.

Sebelumnya, Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fathoni, dan warga melakukan negoisasi setelah mengetahui ada petugas TNI yang mendatangi lahan sengketa tersebut. “Kami sudah meminta warga bisa menahan diri,” ujar Farid.

”Warga ada yang luka di bagian kepala, kaki, akibat pentungan tentara,” sambung Hadi.

Lahan yang disengketakan 828 warga di tiga dusun (Mulyosari, Majapurna, dan Sumberpalung) dengan pihak Puskopad itu seluas 666 hektare.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Demokrat Sindir Slogan "Kerja..Kerja..Kerja" Jokowi