Tergolek, Remaja Ini Bersenandung

|

Zakaria di teras rumahnya (foto: Dion Umbu AL/ Sindo TV)

Tergolek, Remaja Ini Bersenandung

WAINGAPU - Merangkak dengan dada dari kamar menuju teras rumahnya merupakan aktivitas rutin Zakaria (18), warga Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Selama belasan tahun, cara itu yang dia lakukan untuk berpindah dari satu tempat ke lokasi lain. Walau hanya sebatas halaman rumah sederhana yang telah termakan usia.

Posisi telungkup juga dilakoni putra pasangan Yusuf Retang (56) dan Roslin Landutana (54), itu saat makan, minum, mandi, dan buang hajat. Zakaria menderita kelainan pada kaki karena penyakit polio sejak usianya tiga bulan. Selain lumpuh, dia juga menderita hydrocephalus.

Yusuf menceritakan, saat berusia tiga tahun, Zakaria mengalami demam tinggi hingga tubuhnya serasa seperti bara api. Pengobatan terus dilakukan, mulai dari rumah sakit hingga secara alternatif. Namun, lantaran terpentok biaya, pengobatan pun dihentikan.

“Belum ada petugas puskesmas dan dinas kesehatan yang datang walau hanya sekadar menjenguknya,” jelas Yusuf, diamini oleh Roslina saat ditemui di kediaman mereka, Senin (9/7/2012).

Kemiskinan menjadi hambatan keluarga Yusuf untuk mengobati putranya. Telebih, rumah mereka berada di daerah terpencil. Untuk menuju rumah mereka, harus melalui jalan setapak dan menyebrangi sungai besar dengan sampan kecil.

Meski hanya bisa tergolek, Zakaria merupakan sosok periang. Dia sering menghibur dirinya sendiri dengan bernanyi lagu daerah. "Nyungga na ayamu pahada warungmuya ningga ka la handuka la mbaru maling,” lantun Zakaria dalam senandungnya.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, lirik lagu itu berarti, "Aku kekasihmu, kau tinggal pergi, menyisakan duka di pagi dan malam hari."

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Masa Depan Pendidikan Kembali ke Visi Jokowi