Soal Simak UI Lebih Sulit

|

Rektor UI Gumilar R Somantri meninjau pelaksanaan Simak UI di SMKN 6 Jakarta (Foto: Marieska/Okezone)

Soal Simak UI Lebih Sulit

JAKARTA – Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri meninjau pelaksanaan Seleksi Masuk (Simak) di dua lokasi yakni Fakultas Hukum UI dan SMKN 6 Kebayoran, Jakarta. Sebanyak 49.479 peserta Seleksi Ujian Masuk Universitas Indonesia (Simak UI) mengikuti tes.

Sesuai dengan Permendiknas No 34 Tahun 2012 maka daya tampung S-1 reguler dari Simak UI adalah 20 persen dari total keseluruhan kuota per jurusan. Jurusan yang paling diminati antara lain Hubungan Internasional (HI), Farmasi, Kedokteran, Hukum dan Komunikasi.

Sejumlah peserta mengaku kesulitan mengerjakan soal ujian. Bahkan mereka mengaku soal Simak UI lebih sulit dari soal SNMPTN. Secara umum, peserta mengaku bobot soal Simak lebih tinggi dari SNMPTN. Misalnya dari cara berhitung atau jenis-jenis soal yang harus dikerjakan dinilai rumit. Bahkan sejumlah peserta mengaku memilih tidak mengisi soal yang dianggap sulit. "Soalnya lebih susah. Hitungannya lebih ruwet," kata Nadira, siswa SMAN 82 Jakarta.

Kendati demikian dia tetap optimistis lolos seleksi. Nadira mengambil jurusan Kedokteran. Sebelumnya, dia mempersiapkan diri dengan intensif mengikuti bimbingan belajar. "Harus optimistis selalu. Yang penting saya sudah berusaha secara maksimal," jelasnya.

Hal senada dikatakan Atika Rinda, siswa Al Azhar Pejaten yang mengambil jurusan Arsitektur Interior. Menurut dia, untuk soal IPA yang terdiri dari Matematika, Biologi, Fisika, Kimia dan IPA Terpadu memiliki kesulitan tersendiri. "Lebih mudah SNMPTN daripada Simak. Lebih ribet soalnya," cerita Atika.

Deri, siswa SMAN 34 Jakarta membenarkan pernyataan tersebut. Bahkan dirinya sengaja mengosongkan soal yang tidak dapat dikerjakan. Pelaksanaan ujian pun terlihat tertib dan lancar. Pengawas bahkan melepas semua perlengkapan peserta yang dinilai mencurigakan. Seperti jam tangan ataupun yang menggunakan headset. "Pengawasnya ketat. Jam tangan juga diperiksa," tutup Deri.

Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan, perlu cara taktis agar bisa masuk UI. Kalau pilihan pertama menjadi favorit, maka untuk pilihan kedua cari jurusan yang tidak begitu tinggi peminatnya. Dalam ujian, peserta menyelesaikan dua tahap, pertama soal kemampuan dasar, dan kedua soal kemampuan IPA atau IPS.

Mengenai bobot soal, Gumilar menegaskan pihaknya memiliki standar tersendiri dalam menentukan soal. Soal diseleksi oleh tim khusus. Pemilihan soal dilakukan secara random dari ribuan soal yang ada dalam bank soal. "Bobot sudah diperhitungkan. Untuk tiap bidang studi sudah ada pertimbangannya, soal yang dibuat standar. Setiap tahun tim melakukan pemilihan soal secara acak dari koleksi soal yang ada di komputer," ujarnya.

Kumpulan soal dibuat oleh tim sejak empat tahun lalu. Sehingga setiap tahun tim hanya mencari saja dari kumpulan yang ada. "Tim juga melakukan updating dan verifikasi soal tiap tahun agar standarnya tetap tinggi," imbuhnya.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    JK Tak Setuju KPK Langsung Dirikan Tiga Cabang