Reksa Dana, Pilihan Bijak Berinvestasi

|

Ilustrasi : ist.

Reksa Dana, Pilihan Bijak Berinvestasi

JAKARTA - Tidak dapat dimungkiri bahwa menjadi kaya adalah dambaan setiap orang, terlebih hal itu dapat kita capai di usia muda. Namun, bagaimana cara mewujudkannya agar tidak hanya sebatas mimpi saja.

Untuk itu, bekerja sama dengan sebuah harian ekonomi dan investasi ibu kota, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menggelar "Talk Show: How to Become Wealthy & Young Investor". Sejumlah pakar dihadirkan dalam acara tersebut, yakni Senior Advisor Finansial Consulting Eko Endarto, Direktur PT Sucorinvest Asset Management Christian Hermawan, dan musisi sekaligus seorang penggiat bisnis dan investasi Piyu "Padi."

“Terdapat perbedaan antara ingin kaya dengan yakin bisa kaya. Jika kita ingin kaya itu baru mimpi, tapi jika kita yakin bisa kaya maka kita berstrategi dan melakukan sesuatu untuk meraihnya,” ujar  Eko Santoso, seperti disitat dari situs Unpad, Senin (9/7/2012).

Eko mengatakan, salah satu strategi untuk mencapai tujuan menjadi kaya adalah dengan melakukan investasi. Menurut Eko, investasi berbeda dengan menyimpan atau menabung uang. "Kita disebut berinvestasi jika nilai dan jumlah uang yang kita tanamkan dapat bertambah melebihi dari inflasi. Jika hanya menabung pertumbuhannya di bawah inflasi. Sedangkan dengan menyimpan, uang hanya bertambah sedangkan nilainya cenderung turun," katanya menjelaskan.

Untuk melakukan investasi, kata Eko, lebih baik dilakukan di depan, jangan di belakang. "Artinya kita lebih baik menyisihkan uang dari pada menyisakan uang untuk berinvestasi dan tidak perlu harus menunggu kaya terlebih dahulu untuk berinvestasi. Mulailah berinvestasi dari sekarang. Reksa dana bisa menjadi awal yang bagus untuk berinvestasi,” ungkap Eko.

Sementara itu, Christian Hermawan menjelaskan, reksa dana merupakan salah satu produk investasi yang dapat menjadi pilihan. Reksa dana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Reksa dana, lanjutnya, memberikan banyak manfaat bagi investor, yaitu dilihat dari legalitas, lembaga pengelola, kemudahan berinvestasi dan pencairan dana, pengamanan serta transparansi. Namun seperti halnya produk investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko kendati lebih rendah.

“Beberapa perbandingan dengan jenis produk investasi langsung, reksa dana menawarkan biaya investasi yang rendah, hemat waktu dan tenaga, risiko yang lebih kecil dan keterbukaan dalam hal informasi,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Piyu turut berbagi pengalaman kepada para peserta talk show. Menurut Piyu, dalam berinvestasi, kita harus cermat terhadap kondisi dan situasi karena risiko akan tetap selalu ada. Dia memilih menginvestasikan uangnya pada investasi berbentuk tanah, deposito, dan pasar uang hingga akhirnya memutuskan untuk mempelajari lebih dalam tentang reksa dana.  “Saya memutuskan untuk bijak mengelola uang yaitu dengan menginvestasikannya kendati tetap memiliki risiko. Namun dengan pengalaman panjang itu saya tetap bertahan,” tutur Piyu.(mrg)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Empat Pendaki Gunung Gamalama Ditemukan