Efektivitas, Unpad Satukan Tes Mandiri dengan SNMPTN

|

Foto : okezone

Efektivitas, Unpad Satukan Tes Mandiri dengan SNMPTN

JAKARTA - Tahun ini, Ujian Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung atau yang biasa disebut (SMUP) untuk jenjang S-1 ditiadakan. Sebab, pelaksanaan seleksi dilakukan bersamaan dengan ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Maka, peserta SMUP Unpad jenjang S-1 hanya perlu mengikuti SNMPTN dan tidak perlu melakukan ujian khusus lagi.

Demikian disampaikan oleh salah satu panitia SMUP 2012, Slamet Usman Ismanto. Menurut Slamet, salah satu alasan penerapan kebijakan ini adalah efektivitas. “Ada banyak keuntungan apabila ujian SMUP disatukan dengan Ujian SNMPTN. Bukan hanya dari segi pesertanya, tetapi juga secara nasional,” ujar Slamet, seperti dikutip dari situs Unpad, Senin (9/7/2012).

Slamet bertutur, sebelum penerapan kebijakan seperti ini, banyak sekali calon mahasiswa dari luar Bandung yang harus menggelar ujian dua kali di Unpad. Hal ini tentunya memakan banyak waktu dan biaya. Contohnya, ada seorang mahasiswa dari Belitung Timur yang mendaftar ke Unpad lewat jalur SMUP yang juga ingin mendaftar lewat jalur SNMPTN. Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti dua ujian tersebut. “Jadi dengan hanya satu kali ikut SNMPTN, yang bersangkutan juga bisa mendaftar SMUP,” katanya menambahkan.

Begitu juga dengan soal materi. Slamet mengungkapkan, ujian SMUP biasanya menggunakan dua skema tes pengujian, yakni tes prediktif dan tes sumatif. Untuk tes prediktif yang biasanya disebut dengan Tes Kemampuan Belajar (TKB) yang ada pada SMUP serupa dengan tes yang dilakukan dalam ujian SNMPTN.

“Sementara di ujian SNMPTN sendiri dikenal dengan TPA (Tes Potensi Akademik). Untuk TKB dan TPA sendiri sifatnya setara, jadi itulah kenapa ujian SMUP disatukan dengan ujian SNMPTN,” ungkap Slamet.

Untuk tes sumatif sendiri, menurut Slamet, masih berkisar antara uji hasil kemampuan belajar calon mahasiswa selama duduk di bangku sekolah. Kesimpulannya, banyak keuntungan dan keefektifan yang didapat ketika ujian SMUP digabungkan pelaksanaannya ke dalam ujian SNMPTN.

Menyikapi banyaknya isu-isu yang berkembang seputar adanya calo pendaftaran, Slamet dengan tegas membantah adanya isu calo tersebut. Isu-isu tersebut baginya hanya berupa isu spekulatif yang sangat sulit diyakni keberadaannya. “Tidak ada percaloan dalam proses penerimaan,” imbuhnya.

Meski begitu, Slamet pun tetap mengimbau kepada para peserta SMUP agar tetap memiliki strategi dalam memasuki jurusan yang dipilihnya. “Yang penting adalah strategi karena sebetulnya yang bersangkutan sudah tahu sebatas mana dia bisa menyelesaikan soal-soal yang ada dalam SNMPTN maupun pada saat dia berkuliah nanti, sehingga nantinya dia bisa memilih tingkat kompetisi mana yang bisa dia ambil,” ujar Slamet.(mrg)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Agar-Agar Mengkudu Penambah Stamina