Ryan: Biarkan Nyawa Saya Tuhan yang Cabut

|

Foto: (dok okezone)

Ryan: Biarkan Nyawa Saya Tuhan yang Cabut

JAKARTA - Kuasa Hukum Ferry Idham Heryansyah atau lebih dikenal Ryan "Jagal Jombang", Kasman Sangaji memastikan pihaknya akan mengajukan grasi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lantaran divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim.

"Kami akan menempuh jalur hukum lain, harus dan pasti kami ajukan," ujar Kasman kepada Okezone, Senin (9/7/2012).

Kasman menjelaskan bahwa alasan pihaknya akan mengajukan grasi karena hingga saat ini Ryan dan keluarganya meminta untuk menempuh semua jalur hukum demi membebaskan Ryan yang telah membunuh 11 korbannya dan dimakamkan dikediamanya.

"Orangtuanya belum sanggup dengan hukuman mati itu. Minimal seumur hidup," tuturnya.

Jika grasi ditolak oleh Presiden SBY, lanjutnya, dia akan menerima putusan tersebut. Namun, dia berharap agar pihak yang akan mengeksekusi hukuman mati kepada Ryan untuk memberikan waktu hingga pria keemayu tersebut siap menghadapinya.

"Ryan siap dengan hal itu, tetapi dia manusia biasa mengharapkan sebagai umat Islam agar apa yang menjadi hak Tuhan tidak direnggut oleh siapapun. Nyawa dia biar Tuhan yang cabut bukan dipaksakan," tutupnya.

Sebelumnya, Peninjauan Kembali (PK) Ryan ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Kasus itu bergulir setelah Majelis Hakim PN Depok memutuskan hukuman mati pada 6 April 2009 silam.

Saat itu, PN Depok memutus bersalah atas pembunuhan terhadap Heri Santoso di apartemen milik Novel (rekan Ryan) di Margonda Residence, Depok.

Tak terima dengan keputusan itu, Ryan mengajukan banding dan Kasasi. Namun dua tingkat peradilan, majelis hakim tetap bersikukuh Ryan harus dihukum mati. Kemudian Ryan menggunakan upaya hukum PK dan akhirnya pun kandas. Pria kemayu ini diketahui telah mebantai 11 orang yang dikubur di belakang rumahnya. (sus)

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Telan Dua Korban Jiwa, Proyek Jembatan TIM Ditunda