Benang Operasi dari Getah Pisang

|

Banana Suture buatan lima mahasiswa Unair, Surabaya. (Foto: Amir Tejo/Okezone)

Benang Operasi dari Getah Pisang
SURABAYA - Banyak manfaat yang bisa diambil dari pohon pisang. Misalnya saja, buahnya bisa langsung dikonsumsi, bunga atau jantung pisang biasa dibuat masakan, dan daunnya dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan.  Kini satu lagi manfaat pisang, getah dari pelepahnya digunakan sebagai campuran pembuat benang jahit operasi.

Khasiat dari getah pelepah batang pisang ini sebenarnya sudah menjadi pengetahuan masyarakat tradisional sejak dulu kala. Mereka meyakini jika kulit terluka dan kita mengoleskan getah pohon pisang, niscaya luka akan cepat sembuh. Namun apakah keyakinan ini benar secara ilmiah?

Adalah  lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, yaitu Satrio Adhitioso, Ayu Wijayanti, Perwitasari Fitrah Lazzary Ramadhan, Dwi Resti Ningrum dan Agung Budianto Achmad yang mencoba untuk meneliti lebih lanjut khasiat dari getah pelepah pisang ini. Dari penelitian awal mereka, ternyata getah pelepah pisang ini memang berkhasiat untuk mempercepat penyembuhan luka. Mereka menemukan, getah pelepah pisang mengandung saponin yang bermanfaat untuk membersihkan debris atau kotoran pada luka. Tidak hanya itu, getah pelepah pisang juga mengandung asam askorbat yang membantu mempercepat pertumbuhan sel kulit dan flavonoid yang merupakan anti oksidan yang dapat mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan, bengkak pada luka.

Setelah mengetahui kandungan getah pelepah pisang tersebut, lima sekawan ini kemudian berpikir  untuk memanfaatkannya sebagai campuran pembuat benang jahit untuk operasi. Idenya sebenarnya sederhana. Suatu saat salah satu anggota tim yaitu Perwitasari mengalami kecelakaan yang mengharuskan lukanya harus dijahit.

"Selain luka fisik juga 'luka' di kantong karena ternyata benang jahit untuk operasi harganya mahal sekali, sekira Rp200 ribu per cm," kata Perwitasari.

Nah dari pengalaman pribadi itu, Perwitasari mengusulkan kepada teman-temannya untuk melakukan penelitian membuat benang jahit yang murah dengan campuran getah pelepah pisang ini. Eksperimen untuk membuat benang jahit operasi ini ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, kemasan benang jahit operasi yang dijual di pasaran tidak mencantumkan komposisi bahan-bahannya untuk dibandingkan.

Mereka berlima pun tak patah arang meski tak mengetahui bahan dasar pembuat benang jahit untuk operasi. Setelah melakukan eksperimen dan penelitian selama empat bulan, mereka pun akhirnya menemukan bahan-bahan pembuat benang jahit operasi ini. Bahan-bahan itu terdiri polimer vinyl alcohol yang berfungsi agar benang yang dihasilkan bisa elastis, glycolic acid yang berguna untuk peremajaan kulit, zinc oksida nano yang berfungsi sebagai anti mikroba dan tentu saja ditambahkan dengan getah pelepah pisang.

"Dari hasil eksperimentasi kami ternyata benang jahit operasi yang kami hasilkan harganya bisa jauh lebih murah.  Kami bisa menghasilkan satu meter benang jahit operasi dengan harga sekira Rp10 ribu saja. Namun ini tentu saja harga untuk skala masih eksperimen. Tapi kami yakin bisa lebih murah dibandingkan dengan di pasar,"  ujar Satrio.

Selain mempunyai keunggulan lebih murah, benang jahit operasi yang mereka namakan Banana Suture ini juga mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan benang jahit yang sudah ada di pasar. Pertama,  banana suture ini mempunyai daya absorble (bisa diserap tubuh) lebih baik dibandingkan benang yang sudah ada. Kedua, karena benang ini mengandung getah pelepah pisang yang mengandung saponin, asam askorbat dan flavonoid, maka proses penyembuhannya pun bisa lebih cepat.

"Dalam benang jahit operasi biasa, sebenarnya fungsinya hanya merekatkan dua permukaan kulit saja. Karena kulit sebenarnya bisa menyembuhkan sendiri. Sedangkan banana suture ini karena mengandung unsur-unsur tadi, sekaligus merangsang kulit agar luka cepat sembuh," ujar Satrio.

Dari sisi mutu, banana suture ini juga tak kalah dengan benang jahit operasi di pasaran. Misalnya saja dari aspek kekuatan benang. Dari tes uji tarik yang dilakukan, Banana Suture sudah sama dengan benang jahit yang ada di pasar. Kemudian dari uji klinis, Banana Suture  juga tidak beracun dan tidak menimbulkan alergi.

"Meski sudah sama dengan benang jahit komersial yang ada, namun masih perlu optimasi. Karena kebutuhan benang jahit operasi tidak sama untuk bagian tubuh. Misalnya saja benang jahit untuk wajah harus tidak merusak estetika wajah, atau untuk tangan harus elastis sesuai dengan aktivitas tangan," ujar Ayu Wijayanti. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ducati Langka Ini Dibanderol Rp18 jutaan