UGM-Chevron Kembangkan Ilmu Kebumian

|

I

UGM-Chevron Kembangkan Ilmu Kebumian
JAKARTA - Meski kaya akan sumber daya alam (SDA), potensi SDA Indonesia belum sepenuhnya tergali.  Sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus pun berkewajiban mengembangkan SDA Tanah Air.

Salah satunya ditempuh Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui kerjasama dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), UGM meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian pada bidang rekayasa sumber daya energi khususnya pada ilmu-ilmu kebumian, rekayasa minyak dan gas bumi, dan rekayasa panas bumi.

Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc bertutur, sebuah riset akan bermanfaat jika ada sinergi yang antara industri dengan perguruan tinggi. Menurut Pratikno, riset dari kampus yang tidak sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat justru akan sia-sia. Selain itu, kata Pratikno, UGM juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku industri untuk ikut membangun kampus.

"Misalnya pada libur semester pendek dunia industri bisa masuk memberikan kuliah di beberapa fakultas. Jadi interaksi antara mahasiswa dengan industri semakin dekat," kata Pratikno, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (11/7/2012).

Sebelum penandatanganan nota kerjasama, President Director PT CPI Ir. AH Batubara memberikan paparan tentang peluang dan tantangan pengembangan industri migas, proses alih teknologi serta bagaimana UGM dan PT CPI bersinergi. Kuliah umum tersebut disampaikan di hadapan para mahasiswa Fakultas Teknik UGM. 

Batubara berujar, kerjasama dengan UGM sebenarnya sudah berlangsung lama. Bentuk kerjasama dengan UGM, kata Batubara, merupakan pedoman umum pelaksanaan University Partnership Program (UPP) selama lima tahun ke depan. UPP sendiri setidaknya telah dijalankan di 11 negara, di antaranya di Thailand, India, dan Indonesia.

Menurut Batubara, pihaknya siap mendukung dan membantu UGM dalam berbagai penelitian dan pendidikan di bidang ilmu kebumian, termasuk dalam rekayasa energi, minyak dan gas bumi, dan panas bumi. "Ada kemitraan antara universitas dan industri khususnya untuk transfer ilmu dan pengalaman," kata Batubara. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kecelakaan di Exit Tol Jati Warna, Satu Orang Tewas