Unsri Tunggu Keputusan Resmi

|

Ilustrasi: suasana ujian tulis SNMPTN. (Foto: Okezone)

Unsri Tunggu Keputusan Resmi

PALEMBANG – Rencana penghapusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis tahun depan, ditanggapi Pembantu Rektor I Unsri Anis Saggaf. Menurut dia, Unsri akan mengikuti setiap keputusan yang dikeluarkan Kemendikbud, termasuk soal SNMPTN.

"Kalau kesepakatan sudah memilih salah satunya, artinya itu yang terbaik. Mereka (Kemendikbud) juga pasti sudah menyiapkan mekanismenya," kata dia ketika dikonfirmasi via telepon genggam, kemarin.

Dia menyatakan, wacana penghapusan SNMPTN jalur tulis itu sebenarnya sudah lama didengungkan, sehingga tak perlu dipermasalahkan. Apalagi, walaupun SNMPTN jalur tulis jadi dihapuskan, pemerintah juga telah mempersiapkan pola lain, yakni memperbesar porsi penerimaan mahasiswa melalui jalur undangan, dari sebelumnya 20 persen menjadi 40 persen.

Ditanya soal rentannya penyimpangan seperti penilaian yang tidak objektif jika SNMPTN melalui jalur undangan diterapkan, menurut dia, hal itu tak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, pemerintah tentu sudah memiliki piranti tersendiri untuk menangkal kemungkinan-kemungkinan tersebut. "Yang menentukan keputusan itu kan ada majelis rektor dan segenap unsur terkait yang berkompeten. Jadi, hal itu pasti sudah dipikirkan," tukasnya.

Karena penghapusan SNMPTN jalur tulis masih dalam tahap pembahasan, pihaknya belum menentukan sikap, dan menunggu sampai keputusan itu benar-benar ditetapkan. "Yang pasti, kalau keputusanitu sudah jadi keputusan bersama, Unsri pasti ikut," tekannya.

Sebelumnya, pengamat pendidikan Sumsel Prof. Jalaluddin menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penghapusan jalur tulis dalam SNMPTN. Dia menilai, sistem seperti itu sebenarnya mengadopsi sistem penerimaan sekolah yang sudah sejak lama digunakan. "Ingat saja zaman dulu, waktu mau melanjutkan sekolah ke tingkat lanjutan, tidak ada ujian masuk segala. Yang digunakan standar nilai yaitu NEM. Jadi, sekolah menetapkan standar nilai dan menggunakan perangkingan untuk menerima siswa baru. Yang tidak memenuhi standar, ya harus legowo," ujarnya.

Dengan hanya menggunakan jalur undangan dan jalur mandiri, secara perlahan kualitas pendidikan di perguruan tinggi negeri dan SMA akan semakin baik. Sebab, sekolah mau tidak mau didorong memperbaiki kualitas belajar  mengajar,agar siswanya bisa memenuhi standar masuk PTN, yang sekarang dinilai dari rapor dan akreditasi sekolah. Sedangkan bagi PTN, bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, karena dimonitor sejak awal masa sekolah.

"Yang paling diuntungkan jelas siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke PTN pilihannya. Sebab, pihak sekolah tentunya tidak mau kredibilitasnya terganggu karena siswanya tidak menembus PTN. Sehingga, mau tidak mau SMA harus membenahi mutu pendidikannya. Imbasnya, siswa mendapatkan pola belajar mengajar terbaik," kata Jalaluddin. (komalasari/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Syarat Penangguhan Penahanan MA Belum Lengkap