UMI Makassar Perketat Ujian Masuk

|

Ilustrasi: ist.

UMI Makassar Perketat Ujian Masuk
MAKASSAR -  Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, pada tahun ajaran ini memperketat ujian masuk mereka. Pola ini diterapkan perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu terutama di Fakultas Kedokteran.

Hal tersebut menyusul maraknya laporan masyarakat tentang adanya oknum yang mengatasnamakan pihak UMI dengan menjanjikan kelulusan jika diberi nominal tertentu. "Kami berharap agar masyarakat jangan mudah percaya hal tersebut. Sebab ini adalah bentuk penipuan," kata Rektor UMI Prof. Dr. Masrurah Mokhtar, MA. kepada wartawan,  di Ruang Rapat Senat kampus II UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, kemarin.

Masruroh menegaskan, jika oknum tersebut ditemukan, maka akan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Selain itu, maba yang memberikan uang dengan dalih memperlancar kelulusan di UMI, khususnya Fakultas Kedokteran, dengan sendirinya akan dinyatakan gugur. "Sekali lagi saya imbau percaya kemampuan diri sendiri dan tidak mudah tertipu. Pada kasus sebelumnya ada calon mahasiswa telah menyerahkan uang tanda jadi masuk ke UMI hingga Rp10 juta," tandasnya.

Masa penerimaan mahasiswa baru UMI tahun dibagi dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, UMI hanya menerima sekira 3.000 mahasiswa baru (maba) yang tersebar di semua fakultas. Sementara calon mahasiswa yang mendaftarkan diri di UMI mencapai 5.466 orang.  "Dari 5.466 orang yang mendaftar, hanya sekira 3.000 orang yang dinyatakan lulus pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)," kata mantan guru besar Fakultas Sastra ini.

Masrurah bertutur, untuk ujian masuk di UMI, calon maba harus melalui dua kali tes, yaitu tes potensi akademik dan wawancara. Saat ini, terdapat 34 program studi dari 12 fakultas di UMI yang terdiri dari Agama Islam, Ekonomi, Teknik, Sastra, ABA, Hukum, dan kedokteran umum. Adapun jumlah peminat yang ingin masuk di UMI setiap tahun mengalami peningkatan. Terbukti peserta yang ikut tes melebihi target, padahal tes dilaksanakan sebelum pengumuman SNMPTN. Hal ini katanya, sebagai bukti UMI telah sejajar dengan perguruan tinggi negeri yang memberikan jaminan kualitas sebagai satu-satunya PTS yang terakreditasi di kawasan timur indonesia.

Kendati demikian, calon maba yang belum berhasil lulus masih berkesempatan mengikuti tes masuk gelombang kedua, yang telah dibuka sejak 7-15 Juli mendatang, dan ujian akan dilaksanakan pada 16 Juli. "Khusus yang telah mengambil formulir tahap pertama, dapat digunakan untuk mendaftar ulang tahap kedua," ujarnya. (herni amir/koran si) (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah di Cengkareng