Lulus SNMPTN, Agil Tak Bisa Kuliah

JAKARTA - Perjuangan Varian Adriel Zakharp pada Ujian Tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 berbuah manis. Dia lulus pada program studi Teknologi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Meski bahagia atas kelulusannya, Agil, demikian dia biasa disapa, gundah. Pasalnya, keterbatasan biaya membuat dia menangguhkan impiannya menempuh studi di perguruan tinggi negeri (PTN). "Ayah baru saja berhenti kerja, sementara ibu hanya dosen biasa yang bukan pegawai negeri sipil (PNS)," kata Agil ketika bercerita kepada Okezone, Rabu (11/7/2012).

Alumnus SMAN 11 Cakung, Jakarta Timur, ini tergolong siswa pintar. Peringkat sepuluh besar selalu disandangnya. Terakhir, Agil menyabet rangking tiga di kelasnya.

Ketika menempuh Ujian Tulis SNMPTN, Agil memilih Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia (UI) sebagai pilihan pertama, dan Teknologi Pendidikan UPI sebagai pilihan kedua. "Sayang, saya sudah lulus, tapi enggak bisa masuk kuliah," keluhnya sendu.

Kedua kakak Agil sudah lebih dahulu menjadi mahasiswa PTN. Sang kakak berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Islam Negeri (UIN). Agil sendiri baru mengisi biodata secara online di laman UPI. Dia masih bingung dengan pembayaran pendaftaran. Terlebih, Agil juga tidak mengikuti seleksi Bidik Misi ketika mendaftar Ujian Tulis SNMPTN Juni lalu.  "Informasi dari sekolah enggak jelas," ujarnya.

Keluhan Agil diamini sang Ibu, Yusreni Sabri. Menurutnya, sekolah memang tidak memberikan informasi yang jelas tentang kesempatan beasiswa, termasuk Bidik Misi. "Sayang sekali, padahal Agil sudah lulus dan di sekolah juga cukup berprestasi. Dia juga aktif di OSIS," kata Yusreni.

Rektor UPI Sunaryo Kartadinata ketika dihubungi Okezone bertutur, calon mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa atau keringanan biaya pendidikan selama dia mengajukan permohonan sesuai prosedur. "Ikuti prosedur dengan menyampaikan permohonan cq Direktur Akademik UPI. Tim validasi akan verifikasi (data)," kata Sunaryo dalam pesan singkatnya.

Sekadar informasi, mahasiswa baru UPI tahun ajaran 2012/2013 harus membayar Rp1 juta untuk biaya registrasi. Biaya pendidikan untuk tiap prodi dan fakultas sendiri tidak sama. Agil yang diterima di prodi Teknologi Pendidikan misalnya, harus membayar Rp3,4 juta untuk biaya penyelenggaraan pembelajaran, Rp7,5 juta untuk biaya pengembangan fasilitas dan mutu akademik, Rp190 ribu untuk dana pengembangan kemahasiswaan, Rp100 ribu untuk jas almamater, dan Rp75 ribu untuk biaya pembukaan rekening.

Biaya penyelenggaraan pembelajaran dapat dibayar dua kali setiap awal semester, sedangkan biaya pengembangan fasilitas dan mutu akademik harus dibayar satu kali, sekaligus pada registrasi awal. Perhitungan ini menyebabkan, seorang mahasiswa baru Teknologi Pendidikan UPI harus mengeluarkan biaya Rp10.565.000.

Hingga berita ini diturunkan, Dirjen Dikti Kemendikbud belum dapat dihubungi.
()
Berita Rekomendasi
breaking news x