AKKBB Nilai Sidang Penodaan Agama Sampang Formalitas

|

Ilustrasi persidangan

AKKBB Nilai Sidang Penodaan Agama Sampang Formalitas

SURABAYA- Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menuding sidang kasus penodaan agama dengan tersangka Tajul Muluk, pimpinan kelompok di Sampang, hanya formalitas saja.

Pokja Advokasi AKKBB Akhol Firdaus menilai ada sejumlah fakta penting yang terkuak dalam persidangan agenda pembacaan Pledoi yang dilakukan Tajul Muluk pada Senin 9 Juli kemarin.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) diarahkan untuk mengamini pendapat tentang perbedaan dan minoritas. Perbedaan dianggap sebagai kesalahan sehingga memicu konflik hingga terjadi pengerusakkan di Desa Nagkernaeng Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.

"Ustaz Tajul Muluk didakwa dan dituntut kerena tetap mengajarkan keyakinan yang berbeda, serta tidak mau tunduk pada keinginan mayoritas untuk mengubah keyakinannya," katanya.

Dia juga menyebut,  dalam proses persidangan itu, JPU bertanya kepada saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan seputar fakta. Salah satunya adalah terhadap Ketua MUI Jawa Timur. Bahkan, Ketua MUI itu menyebut ajaran dan pengajaran terdakwa menyebabkan keresahan dan gangguan ketertiban.

"Kami khawatir akan putusan Hakim nanti hanya sebatas setempel pendapat mayoritas atas perbedaan mazhab yang sudah berjalan ribuan tahun ini," tukasnya.

Aan Ashori, Preseidum Jaringan Islam Anti Diskrimatif (JIAD), menilai, sidang kasus tersebut hanya formalitas. Sehingga persidangan terkesan gagal mengungkap skenario sesungguhnya.

"Fitnah yag berujung pada destruksi terhadap bangunann harta dan jiwa jamaah Tajul Muluk," ujarnya.

Dalam Vonis besok, AKKBB berkeyakinan jika Tajul Muluk bakal divonis bersalah dengan model sidang yang sudah dilakukan seperti itu. Tentunya, Vonis ini akan memicu stigma buruk terhadap warga Syiah.

"Syiah akan berpotensi disesatkan. Padahal syiah- sunni merupakan perbedaan yang sudah dimaklumi dalam tradisi islam," tegasnya.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menteri Anies Baswedan Puji Mobil Listrik Buatan SMK Muhammadiyah