Waspadai Kecurangan di Jalur Undangan SNMPTN

|

Image: Corbis

Waspadai Kecurangan di Jalur Undangan SNMPTN

JAKARTA – Perubahan sistem penerimaan mahasiswa baru dari jalur undangan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) belum bisa dipastikan bersih dari manipulasi.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Idrus A Paturusi berkata, kekhawatiran jalur undangan berpotensi memancing manipulasi data karena banyak calon mahasiswa titipan memang perlu diwaspadai. Oleh karena itu MRPTN akan melakukan evaluasi saat pelaksanaannya tiba. "Insya Allah tahun depan kita akan lihat apa permasalahan itu (mahasiswa titipan di jalur undangan) bisa atau tidak diawasi. Kalau tidak bisa diawasi dan terbukti ada berarti harus ada perubahan lagi," kata Idrus, kemarin.

Idrus menambahkan, akan ada rapat lagi di majelis rektor yang membahas potensi-potensi penyimpangan. Mengenai parameter di tiap kampus yang akan dikenakan kepada mahasiswa baru melalui jalur undangan, menurutnya, harus bersifat umum.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini  menyatakan, objektivitas dalam penerimaan mahasiswa jalur undangan ini tergantung dari seleksi tim yang ditunjuk panitia SNMPTN. Menurutnya, saat ini para rektor memang sudah menyepakati perubahan jalur undangan yang diperintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Tahun depan kuota jalur undangan 50 persen dan jalur tulis 10 persen (untuk peserta yang tidak lolos SNMPTN 2011 dan 2012). Adapun untuk jalur mandiri yang akan diatur di tiap PTN sebanyak 40 persen," tutur guru besar Fakultas Kedokteran Unhas ini.

Meskipun jalur undangan baru ditetapkan tahun depan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Kusmaryono menjamin, tidak akan ada manipulasi dalam penerimaan jalur undangan SNMPTN. Dia menegaskan, tidak akan ada mahasiswa titipan karena peringkat siswa sudah jelas sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi kriteria utama penyaringan.

Yonny mengungkap, parameter jalur undangan yang ditetapkan IPB nanti adalah nilai matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Nilai itu akan digabung dengan peringkat akademis sekolah atas dasar prestasi akademis alumninya di IPB. Selain itu, IPB menentukan mahasiswa yang diterima berdasarkan lokasi geografis sekolah.

Diberitakan sebelumnya, tahun depan Kemendikbud berencana menghapus jalur tulis untuk SNMPTN.Untuk masuk PTN hanya dibuka jalur undangan dan mandiri. Pemikiran sementara tetap menggunakan nilai UN sebagai syarat penilaian utama ditambahkan dengan parameter lain sesuai dengan karakteristik tiap PTN. (neneng zubaidah/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sidang Perdata Antasari Azhar Digelar Hari Ini