Rapat RUU PT Hanya Bahas Penulisan Bukan Substansi

|

Foto : Dok Okezone.com

Rapat RUU PT Hanya Bahas Penulisan Bukan Substansi

JAKARTA - DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali melakukan rapat kerja (raker) guna membahas kelanjutan Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT). Pada raker tersebut, pembahasan RUU yang tengah menjadi polemik ini, dilakukan terkait penulisan pasal per pasal, tanpa mengubah substansi.

Baik para anggota Komisi X DPR maupun Kemendikbud, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh beserta jajaran, perwakilan Kementerian Agama, dan perwakilan Kementerian Hukum dan HAM saling memberikan masukan terhadap RUU PT sebelum akhirnya akan disahkan. Tidak ada perubahan signifikan atas masukan-masukan yang diberikan oleh dua belah pihak.

Berikut beberapa perubahan dalam RUU PT yang diusulkan dari kedua belah pihak.

Pasal 35 ayat (1) tentang kurikulum

Pemerintah mengusulkan, kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah agama, pancasila, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia. Usulan ini pun diterima oleh DPR.

Pasal 73 ayat (5) tentang mekanisme penerimaan mahasiswa baru.

Penerimaan mahasiswa baru (maba) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) murni seleksi akademik dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial.

Pasal 89 ayat (1) mengenai dana pendidikan tinggi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain ayat 1, pada pasal 89 ayat 2 terdapat perubahan, yakni dana pendidikan tinggi sbgaimana dimaksud ayat 1 huruf a untuk PTN badan hukum diberikan dalam bentuk subsidi dan bentuk lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dimadu, Istri Gores Porsche Milik Suami