UNM Buka Program Sarjana Mendidik di Wilayah Terluar

|

Ilustrasi : cafebuku.com

UNM Buka Program Sarjana Mendidik di Wilayah Terluar

MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar membuka pendaftaran Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Program ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional.

Direktur Program Pengembangan Profesi Guru UNM Professor Eko Hadi Sujiono di Makassar mengatakan, pihaknya sudah menerima pendaftar sebanyak 772 orang hingga hari ini Kamis (12/7/2012). Pendaftar itu berasal dari alumni keguruan berbagai perguruan tinggi.

"Sayangnya ternyata dari 772 itu, sebanyak 221 orang di antaranya tidak teregistrasi di Dirjen Dikti. Padahal syarat utamanya yang bersangkutan harus tergeistrasi dalam Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)," ujar Eko.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui http://p3g.unm.ac.id/sm3t-2012/. Pendaftaran dibuka tanggal 8- 21 Juni 2012. Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi form, upload ijazah dan foto.

Eko menambahkan, Program ini ditujukan bagi para sarjana pendidikan keguruan yang belum bertugas sebagai guru. Mereka ditugaskan selama setahun di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Mereka adalah para lulusaan studi kependidikan strata satu lulusan 2009 hingga sekarang.

"Semoga program ini dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga guru sekaligus menyiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri dan peduli," jelas Eko.

Program studi yang dibuka sebanyak 10 program. Antara lain, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Pendidikan Jasmani.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNM Professor Arismunandar mengaku menyambut baik program ini. Menurutnya, UNM sudah keduakalinya terlibat. Tahun 2011, UNM kata Arismunandar, mengirimkan 339 orang dari 1.400 sarjana seluruh Indonesia yang menjadi peserta.

"Kuota tahun ini meningkat jadi 2.700 orang. Saya berharap UNM bisa menjadi yang terbanyak lagi mengirimkan orang seperti tahun lalu. Pantauan kami, hampir semua daerah mengakui jika meereka sangat terbantu dengan adanya guru tambahan dari program SM-3T ini," pungkas Arismunandar.

Program SM-3T menempatkan para sarjana Ilmu Kependidikan di daerah terluar Indonesia. Mereka ditempatkan di Simeleu NAD, Kepulauan Natuna Kepri, wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, perbatasan Sulawesi Utara, Maluku Barat Daya dan delapan kabupaten di Papua Barat.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemprov DKI Promosikan Budaya Ibu Kota di Timur Tengah