Kapan Saatnya Melepas Teman?

|

Ilustrasi : Corbis

Kapan Saatnya Melepas Teman?

SUATU saat, kita pasti harus melepas seorang teman dan mengucapkan selamat tinggal pada pertemanan yang sudah kita jalin sekian lama. Tidak hanya menyakitkan, perpisahan itu juga akan meninggalkan rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, kita harus selalu dikelilingi oleh orang-orang yang memberi motivasi dan membuat kita bahagia.

Setiap pertemanan yang kita jalani akan selalu berbeda satu sama lain, begitu juga kompleksitasnya. Ada baiknya kita mengenal konsep dasar tipe teman yang terlibat dengan kehidupan kita. Dengan begitu, kita tahu kapan saatnya melepas si teman demi kebaikan hidup kita. Berikut daftarnya, seperti dilansir College Cures, Sabtu (14/7/2012).

Si ratu/raja drama

Teman jenis ini selalu menuntut untuk menjadi pusat perhatian. Berhati-hatilah jika kita memiliki teman seperti ini. Pembawaan beberapa orang memang secara alami lebih dramatik dibandingkan orang-orang lainnya, tetapi pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang baik. Beberapa orang lainnya memang hanya mencari perhatian.

Si anak nakal

Jangan jadikan teman sebagai "jangkar". Jika ingin menghindari situasi yang negatif (miras, narkoba, dsb), maka jauhilah orang-orang yang memberi pengaruh buruk dan akan menempatkan kita pada situasi tidak baik tersebut. Awalnya memang berat meninggalkan teman dan kebiasaan, tetapi jadikan cita-cita dan masa depan sebagai pegangan.

Jika pertemanan ini layak dipertahankan, bicaralah dari hati ke hati dan ajak si teman untuk keluar dari kekacauan yang dia buat. Jika mereka tidak ingin memahami betapa tindakan mereka dapat berpengaruh buruk terhadap hidup mereka dan hidupmu sendiri, maka ini adalah persahabatan yang tidak sehat.

Si oportunis

Jika si teman selalu "meninggalkan" kita untuk pergi dengan teman lain atau ke pesta yang lebih menarik, perlu kita pikirkan kembali bagaimana dia memperlakukan kita. Apakah dia selalu meminta bantuan tanpa memberi apa pun? Apakah pertemanan ini lebih bersifat satu arah ketimbang resiprokal? Apakah mereka menyakiti perasaan kita dan tidak peduli dengan hal itu?

Jika ya, jangan diam saja. Jika si teman tidak dapat memahami hal ini, pertimbangkan kembali mengapa kita masih ingin berteman dengan orang seperti ini.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Peringati Hari Ibu, Jokowi Bagi-Bagi Amplop dan Sembako