Penentuan Alex sebagai Cagub Golkar Terburu-buru

Sabtu, 14 Juli 2012 06:02 wib | Tegar Arief Fadly - Okezone

JAKARTA - Kekalahan Alex Noerdin dalam penghitungan cepat putaran pertama pilkada DKI Jakarta memancing para elit partai tersebut bersuara. Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Tohari menilai bahwa Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizalbakrie terburu-buru dalam menetapkan Alex Noerdin sebagai calon gubernur DKI dari Partai Golkar.

"Pada masa Aburizal Bakrie lebih mementingkan proses yang cepat. Sehingga ada banyak pihak yang terkejut dengan munculnya nama calon," kata Hajriyanto saat ditemui Okezone di kantor PP Muhamadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/07/2012).

Hajriyanto menganggap kekecewaan yang dialami oleh Akbar Tanjung, merupakan hal yang wajar. Sebab, saat masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Akbar selalu menggunakan mekanisme yang demokratis dalam setiap penentuan calon kepala daerah.

"Memang setiap kepemimpinan kan memiliki gaya yang tersendiri. Pada masa Pak Akbar memang penentuan kepala daerah lebih demokratis dalam pengertian melibatkan seluas mungkin kalangan partai secara internal," paparnya.

Meskipun demikian, Hajriyanto menegaskan bahwa mekanisme penentuan seperti itu tidak hanya dilakukan dalam pilkada DKI Jakarta. Malahan, di daerah-daerah lain, mekanisme seperti itu terbukti sangat ampuh memenangkan Partai Golkar.

"Tapi itu tidak hanya terjadi di Jakarta, di tempat lain yang dlkakukan juga melalui proses yang mengandalkan kecepatan itu, dan banyak yang meraih kemenangan. Sehingga asumsi terjadi perpecahan di dalam saya rasa itu tidak," terangnya.
 
Sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan Kekalahan pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Alex Noerdin-Nono Sampono cukup membuat terkejut. Dia mengatakan, penetapan Alex memang sudah tidak sejalan dengan mekanisme partai sejak awal.

"Ini pelajaran bagi Golkar dalam menghadapi agenda politik di waktu mendatang. Memang penetapan Alex jadi calon dari Golkar tidak sejalan dengan sistem yang sudah terbangun, yakni survei," kata Akbar Kamis 12 Juli lalu.
 
Akbar juga mengaku tidak mengetahui bagaimana nama Gubernur Sumatera Selatan ini bisa muncul sebagai salah satu figure, yang diusung partainya dalam Pemilukada DKI Jakarta kali ini. (ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »