Warga Blitar Yakin Anas Tak Terlibat Korupsi

|

Anas Urbaningrum

Warga Blitar Yakin Anas Tak Terlibat Korupsi

BLITAR - Nama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kerap dikaitkan dengan isu-isu korupsi proyek Hambalang. Namun ternyata kabar tersebut tak lantas membuat rasa cinta warga Kota Blitar, Jawa Timur, terhadap mantan ketua umum PB HMI itu berkurang.

Salah satunya diungkapkan Mujianto. Pria asli Blitar tersebut tak percaya jika Anas terlibat kasus korupsi proyek Hambalang. Menurutnya, isu tersebut sengaja diembuskan untuk menghancurkan karir politik Anas.

"Anas itu orang baik, alim, orangtuanya juga alim. Enggak mungkin korupsi," kata Mujianto, kepada Okezone, Minggu (15/7/2012).

Mujianto mengaku mengenal keluarga Anas lantaran keseharianya kerap mengambil kayu yang asalnya dari wilayah kediaman Anas. "Dia itu dari kecil suka ikut bantu orangtua usaha bata," kenangnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ani. Ibu rumah tangga itu juga tak yakin Anas terlibat korupsi. "Saya tahu cuma dari televisi, iya apa enggaknya enggak tahu. Tapi kalau terlibat lha orang kaya pasti bisa lobi sana sini, aman kan," katanya.

Dugaan korupsi pembangunan Sport Center Hambalang pertama kali dibeberkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Di proyek tersebut, kata Nazar, terdapat kejanggalan pembangunan senilai lebih dari Rp1,5 Triliun. Nazaruddin yakin Anas Urbaningrum terlibat, antara lain, di pengadaan sertifikat tanah Hambalang.

Anas sudah diperiksa KPK soal Hambalang, namun dia membantah pernah memerintahkan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat, Ignatius Mulyono, mengurus sertifikat.

"Saya tidak pernah perintahkan Ignatius Mulyono mengurus sertifikat," kata Anas Rabu lalu. Anas juga membantah disebut mengetahui proyek Hambalang. "Apakah saya tahu soal Hambalang, saya jelaskan, saya tidak tahu apa dan bagaimana proyek Hambalang," tegas Anas.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bawa Senjata Mainan, Bocah Ditembak Polisi