Miranda Tantang 1.000 Hakim Buktikan Suap Cek Pelawat

Senin, 16 Juli 2012 14:09 wib | Mustholih - Okezone

Miranda Tantang 1.000 Hakim Buktikan Suap Cek Pelawat Miranda (Foto: okezone) JAKARTA - Tersangka suap kasus cek pelawat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 Miranda Swaray Goeltom, menantang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi buka-bukaan mengungkap kasus suap yang menjerat dirinya.

Guru Besar Universitas Indonesia itu meminta pengadilan menghadirkan seribu hakim untuk membuktikan keterlibatannya dalam menyebar 480 lembar cek pelawat di pemilihan DGS Bank Indonesia di DPR pada 8 Juni 2004.

"Saya inginnya disidang di depan seribu hakim, biar keliatan semua," kata Miranda di ruang tatap muka Rumah Tahanan KPK, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2012).

Miranda mengaku belum mengetahui kapan akan menjalani sidang perdananya. Namun, dia menduga sebentar lagi kasusnya segera disidangkan di pengadilan. "Saya tidak tahu tanggalnya. Tapi, rasannya dalam jangka waktu yang tak terlalu lama," kata Miranda.

Miranda diduga membantu terpidana suap cek pelawat, Nunun Nurbaetie, menyuap sejumlah politikus Senayan untuk memenangkan dirinya sebagai DGS Bank Indonesia. Dia dianggap melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo dan atau Pasal 55 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Sujatmiko mengatakan, sidang Guru Besar Universitas Indonesia itu akan digelar pada Selasa 24 Juli 2012. "Pelimpahan berkas yang bersangkutan sudah diterima," kata Sujatmiko kepada wartawan, Senin (16/7/2012).

KPK memang sudah cukup lama melimpahkan berkas penyidikan Miranda ke pengadilan. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan berkas pemeriksaan Miranda sudah dilimpahkan ke pengadian sejak sepekan lalu.

"Miranda memang sudah dilimpahkan berkasnya ke pengadilan," kata Bambang di kantornya, Jakarta Selatan. (lam)
(mbs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »