DIY, Model Sentra Agroindustri Kakao

|

Ilustrasi : ist.

DIY, Model Sentra Agroindustri Kakao

YOGYAKARTA – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan sentra agroindustri komoditas kakao di Provinsi DIY. Rencananya, setiap desa di DIY yang mampu menjadi penghasil kakao akan dibangun sebagai sentra agroindustri pengolahan.

“Desa-desa di DIY ini rencananya akan dijadikan model percontohan pengolahan kakao. Dan agroindustri yang dikembangkan nantinya diterapkan di desa-desa lain penghasil kakao di seluruh Tanah Air. Tujuannya, meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas kakao,” kata Dekan FTP UGM, Djagal Wiseso Marseno seusai penandatangan nota kesepahaman kerjasama sistem pengembangan kakao berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah, kemarin.

Dirjen Perkebunan Kementan RI Gamal Nasir MS mengatakan, pemerintah telah mencanangkan Indonesia sebagai penghasil biji kakao terbesar di dunia pada 2014. Saat ini, Indonesia masih berada di posisi ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana.

“Negara kita sudah dan masih menjadi pemasok utama kebutuhan biji kakao dunia sebesar 13,6 persen dari total kebutuhan,” ungkap Gamal. (ratih keswara)

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Baby SUV Mazda CX-3 Modif Tampil di Tokyo Auto Salon