Sarjana Harus Kembangkan Iptek yang Pro-Rakyat

|

Ilustrasi : ist.

Sarjana Harus Kembangkan Iptek yang Pro-Rakyat

JAKARTA - Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mutlak diperlukan dalam menjawab tantang di era globalisasi saat ini. Namun pengembangan iptek, juga harus pro-masyarakat bukan malah menimbulkan banyak efek negatif bagi masyarakat luas.

Demikian disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka dalam Sidang Terbuka ITB Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2011/2012. Menurut Akhmaloka, seorang sarjana selayaknya seorang insan pengetahuan yang harus menopang perkembangan ilmiah.

"Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat, seorang sarjana perlu terlibat interaksi dan dialog dengan beragam masyarakat, kemudian melakukan pembelajaran melalui interaksi dan dialog tersebut. Perlu terlibat aktif dalam pembelajaran tersebut untuk mengetahui permasalahan dan keterkaitannya satu sama lain," ungkap Akhmaloka, seperti dilansir dari situs ITB, Selasa (17/7/2012).

Pendekatan secara multidisiplin dan multipengetahuan, lanjutnya, adalah solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. "Iptek adalah sumber yang penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Hal ini dapat terjadi jika iptek tersebar luas menjangkau kelompok sosial lemah," ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmaloka mengatakan, tantangan dan tugas bagi sarjana dan akademisi iptek yang bekerja di swasta dan pemerintahan adalah untuk mengembangkan konsep dan model pemberdayaan melalui iptek. Dia pun mengajak para wirausahawan untuk memberdayakan masyarakat dengan technopreneurship dan sociopreneurship.

Seorang sarjana Ipteks, terutama lulusan ITB, bagi Akhmaloka adalah agen bagi perubahan menuju keadilan sosial. Dia juga menekankan pentingnya prinsip 5AS dalam bekerja, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja mawas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. "Saya juga menganjurkan alumni ITB untuk menunjukkan tujuh budi utama, yaitu jujur, tanggung jawab, adil, peduli, disiplin, visioner, senang menolong, dan bekerja sama," papar Akhmaloka.

Menurut Akhmaloka, seorang calon pemimpin global selayaknya menekankan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keluhuran, serta memiliki keramahan sosial. "Mari bulatkan tekad bahu membahu untuk memperkokoh ITB, sehingga mampu berkontribusi maksimum dalam proses pendidikan dan pencerdasan anak bangsa serta pembangunan Indonesia yang kita cintai," imbuhnya.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Buang Sampah di Kali Ciliwung, Fotonya Bakal Dipajang