Mahasiswa Unpad Belajar Beternak Sapi di Australia

Foto : Unpad

Mahasiswa Unpad Belajar Beternak Sapi di Australia
JAKARTA - Mempelajari obyek secara langsung tentu lebih lengkap dan menyenangkan daripada menggunakan model atau sebatas teori. Sebanyak lima mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung bersama tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang yang tergabung dalam Indonesian Student Cattle Buffalo Lovers mendapat kesempatan belajar langsung mengenai sapi di Australia.

Delapan mahasiswa ini mengikuti kegiatan kuliah bersama dan praktik kerja lapangan yang bertajuk Study Apprentice in Australian Cattle Station for Implemented to Indonesian Beef Cattle Farming di Northern Territory Cattlemen’s Association, Australia. Kegiatan yang berlangsung sejak April lalu ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan tentang keilmuan dan teknis pemeliharaan sapi potong di Australia.

Menurut salah satu tim dari Fapet Unpad Wahyu Ramdhani, tim juga dilatih tentang tata cara mengendarai motor, kuda, dan helikopter, serta belajar mengendalikan sapi potong di Cattle Station secara langsung.

Selain itu, program kuliah ini pun bertujuan untuk memperbaiki hubungan antara Indonesia dengan Australia yang sempat terganggu akibat adanya isu animal welfare di Indonesia. Oleh karena itu, rombongan pun akan diperkenalkan tentang bagaimana penerapan animal welfare di Australia.

“Kami melakukan PKL di Cattle Station selama 1,5 bulan setelah sebelumnya mendapat pelatihan dari Asosiasi Peternak Australia Utara (Northern Territory Cattlemen’s Association-NTCA) selama sekira dua minggu. Saya dan teman yang lain disebar di lima Cattle Station berbeda di Northern Territory,” ujar Wahyu, seperti dikutip dari laman Unpad, Kamis (19/7/2012).

Wahyu mengungkapkan, kegiatan mustering merupakan proses paling menarik selama mereka melakukan PKL di Negeri Kanguru itu. "Mustering merupakan agenda rutin yang dilakukan di masing-masing Cattle Station, yakni menggiring sapi dari pedok ke yard (kandang besi tempat sapi dikumpulkan). Proses ini sangat menarik karena kami menggunakan kuda, motor, atv, hingga helikopter untuk menggiring sapi," tuturnya.

Setelah sampai di yard, lanjut Wahyu, sapi akan dipisahkan menurut jenis kelamin dan usianya. Kemudian mereka memberi perlakuan berupa tes kehamilan, pemotongan tanduk, kastrasi, pemberian vaksin, pemberian hormon, serta pemberian tanda di telinga dan badan.

Dua bulan di sana, Wahyu dan tim mengaku mendapatkan banyak manfaat, khususnya dalam perkembangan peternakan di Indonesia. “Dua bulan di sini telah banyak menginspirasi saya. Saya jadi berpikir apakah Indonesia juga memiliki sistem peternakan seperti di Autralia? Tentu ini merupakan tantangan bagi saya, Anda, dan kita sebagai insan pemerhati Peternakan Indonesia. Semoga terus menginspirasi, maju terus Peternakan Indonesia!” pungkas Wahyu. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kuli Bangunan Simpan Ganja Seberat 8 Kg