Perang Pembebasan Damaskus Diproklamirkan

|

Foto : Pasukan oposisi Suriah (IST)

Perang Pembebasan Damaskus Diproklamirkan

DAMASKUS - Pasukan oposisi Suriah (FSA) memproklamirkan "perang pembebasan Kota Damaskus." Mereka pun mengklaim sudah menembak jatuh helikopter tempur milik pasukan Presiden Bashar al Assad.

Deru senapan mesin mulai terdengar di Kota Damaskus, tepatnya di Alun-Alun Sabaa Bahrat, wilayah yang digunakan oleh warga loyalis Presiden Assad menggelar aksi demonstrasi. Sekira 19 orang tewas dalam serangan di Distrik Qaboon, tepat setelah helikopter dan tank dikerahkan.

Juru bicara FSA Colonel Kasseem Saadeddine mengatakan, kemenangan sudah di depan mata dan perjuangan akan dimulai setelah kota pemerintahan di Suriah itu dikuasai. Sejak Minggu pekan lalu, FSA juga mulai melakukan serangan dengan eskalasi besar untuk melawan pasukan Assad.

"Kami mentransfer peperangan dari Provnsi Suriah menuju Ibu Kota Suriah. Kami memiliki rencana yang jelas untuk menguasai Damaskus, kami hanya memiliki senjata ringan namun ini sudah cukup bagi kami," ujar Saadeddine, seperti dikutip AFP, Rabu (18/7/2012).

Saadeddine pun cukup terkejut menyaksikan kemajuan yang dibuat oleh pasukannya terhadap peperangan melawan Assad. Salah seorang aktivis di wilayah Al-Midan mengatakan, serangan dari pasukan Suriah juga terlihat cukup brutal/

"Rezim melakukan serangan yang sangat gila, mereka mencoba untuk menyerbu distrik-distrik, namun FSA menghentikannya," ujar aktivis Abu Musab.

Meski demikian, pejabat militer Suriah mengatakan, situasi di Damaskus masih bisa dikendalikan dan mereka pun mengintensifkan serangan ke sarang-sarang para militan bersenjata. Pasukan Assad mengklaim, FSA memanfaatkan apartemen dan tempat ibadah sebagai tempat berlindungnya.

Rezim Assad juga bersumpah, tidak akan menyerah begitu saja dalam perang. Mereka takkan pernah membiarkan Kota Damaskus jatuh ke tangan oposisi.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Program Nawacita Jokowi Harus Didukung KIH dan KMP