3 Mahasiswa Unpad Belajar Gratis Ke Jepang

|

Foto : Unpad

3 Mahasiswa Unpad Belajar Gratis Ke Jepang

JAKARTA - Mendapat kesempatan belajar di luar negeri secara cuma-cuma merupakan pengalaman yang berharga. Selain memperkaya ilmu, bertandang ke negara tetangga juga menambah pengetahuan tentang kultur masyarakat yang berbeda jauh dengan budaya di Tanah Air.

Melalui program Student Exchange dan Research Student, Nurul Agdini (Sastra Jepang angkatan 2009), Farah Fitriani (Hukum angkatan 2009), dan Hanum Wulandari (Pascasarjana Linguistik Bahasa Jepang angkatan 2010) mendapatkan kesempatan emas tersebut. Ketiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu akan menimba ilmu di salah satu universitas ternama di Jepang, Rikkyo University.

Ketiga mahasiswa ini mengaku sangat bersemangat untuk segera menimba ilmu di Negeri Matahari Terbit tersebut. “Jepang itu sangat menarik, banyak hal yang bisa dipelajari di sana. Karena mereka lebih maju, lebih bagus kalau kita mampu mengambil yang baik-baik dari sana dan diaplikasikan di sini,” ujar Farah, seperti dinukil dari laman Unpad, Kamis (19/7/2012).

Farah dan Nurul merupakan dua mahasiswi program sarjana Unpad yang mendapatkan beasiswa dari Rikkyo University selama satu tahun terhitung sejak awal September nanti. Beasiswa ini meliputi biaya hidup dan pendidikan mereka selama di Jepang. Kedua mahasiswi ini berhasil terpilih setelah melewati beberapa tahap seleksi yaitu seleksi berkas, Focus Grup Discussion (FGD), serta wawancara dan presentasi dalam bahasa Inggris atau Jepang.

Berbeda dengan kedua temannya, Hanum Wulandari mendapatkan beasiswa Monbukagakusho dalam program Research Student. Selama sekira 1,5 tahun hingga Maret 2014, Hanum pun akan menimba ilmu di universitas yang sama dengan kedua temannya. Tahap seleksi yang ditempuh Hanum pun cukup berbeda dengan kedua temannya sebab program yang ditempuh merupakan penelitian, maka seleksi yang dijalaninya pun seputar minat dan fokus penelitian yang diajukan. “Tidak seperti teman-teman S-1, karena S-2 ini lebih ke research student, lebih ke penelitian. Maka sudah harus lebih dikhususkan untuk meneliti linguistik bahasa Jepang,” tutur Hanum.

Hanum berkata, kepergiannya ke Jepang akan sangat menunjang penelitiannya yang khusus pada linguistik bahasa Jepang. Sebab, lanjut Nurul, akan banyak bahan-bahan, materi, serta sharing pengetahuan antara dirinya dengan para ahli linguistik di Jepang.

Selain kuliah dan melakukan penelitian, ketiga mahasiswi ini juga mengaku akan mencoba bekerja paruh waktu guna mengetahui kultur kerja dan menambah penghasilan mereka di sana. Nurul mengungkap, mereka juga akan mencoba memperkenalkan beberapa budaya khas Indonesia dengan beberapa sekolah yang ada di sana. “Makanya, saat seleksi kami berusaha untuk menguasai salah satu kebudayaan Indonesia,” ujar Nurul yang menguasai salah satu tarian tradisional Aceh ini.

Sambil menunggu waktu keberangkatan, ketiga mahasiswi Unpad ini juga telah melakukan beberapa persiapan. “Kami harus mengubah mindset. Ini bukan Indonesia, maka pemahaman lintas budaya akan berguna,” ungkap Hanum menambahkan.

Persiapan mental serta kondisi fisik dalam menghadapi cuaca di sana juga menjadi salah satu pertimbangan. Farah yang sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan sastra Jepang pun menyiapkan diri dengan penguasaan bahasa Jepang melalui tempat les. “Sejak beberapa bulan lalu, saya les di dua tempat bahasa Jepang secara intensif,” kata Farah.

Melalui kegiatan ini, mereka juga berharap bisa mendapatkan berbagai macam hal positif sebagai oleh-oleh ketika mereka pulang nanti “Saya berharap di sana bisa memperbanyak network. Sehingga di sana saya tidak hanya belajar, tapi mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga,” pungkas Nurul.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pria Ini Membeli Pulau dan Mendirikan Kerajaan Sendiri