Unpad Bawa Pencak Silat & Suling Ke Jepang

|

Foto : Unpad

Unpad Bawa Pencak Silat & Suling Ke Jepang

JAKARTA - Muthiara Sari dan Charles Nainggolan mendapat kesempatan merasakan perkuliahan selama satu tahun di Tenri University di Jepang. Selain kuliah, dua mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu juga mengemban tugas lain, yakni mengenalkan budaya Indonesia berupa pencak silat dan suling.

Muthia dan Charles akan berangkat ke Negeri Sakura itu pada Agustus mendatang. Selama di kampus berbasis budaya tersebut, mereka akan berkuliah sambil mengenalkan kebudayaan asli Nusantara itu bersama dengan para mahasiswa lain dari 24 negara. Di sana, Muthia akan mengajarkan cara bermain suling dan lagu Sunda sementara Charles akan menyuguhkan seni bela diri pencak silat. “Kami juga akan mengajarkan Bahasa Indonesia ke sekolah-sekolah yang ada di Jepang,” ujar Muthia, seperti dilansir dari laman Unpad, Sabtu (21/7/2012).

Tidak mudah bagi Charles dan Muthia untuk bisa terpilih dalam program ini. Ada beberapa tahap tes yang harus dilewati keduanya, mulai dari wawancara hingga diharuskan untuk mempresentasikan mengenai kebudayaan Indonesia di hadapan penguji yang notabene alumni dari program student exchange sebelumnya. “Selama tiga minggu lebih kami mengikuti serangkaian tes ini, dan alhamdulillah saya dan Muthia akhirnya terpilih,” kata Charles.

Program Student Exchange Tenri University merupakan program tahunan yang dilakukan antara Tenri University dengan Unpad. Berdasarkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unpad dengan Tenri University, salah satu program yang dilakukan adalah pertukaran pelajar. Tidak hanya Unpad, Tenri University juga turut mengirimkan beberapa mahasiswa untuk belajar bahasa dan kebudayaan di Pusat Bahasa FIB Unpad.

Menjelang keberangkatan, Muthia dan Charles telah mempersiapkan berbagai hal. Persiapan dasar yang dilakukan adalah belajar bahasa Inggris. “Untuk awalnya kami pasti akan menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dengan mahasiswa dari negara lain. Namun, ke depannya kami akan menggunakan bahasa Jepang. Yang jelas, kami harus persiapkan mental sebelum berangkat,” papar Charles.

Charles dan Muthia berharap, semoga program ini akan terus dilakukan tiap tahunnya dan mendapatkan banyak ilmu dari sana, khususnya bahasa Jepang. “Karena saya mengambil penjurusan linguistik, maka nanti di sana saya akan memperdalam Bahasa Jepang untuk penelitian skripsi saya,” tukasnya

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi Inggris Tusuk Anjing hingga Tewas