TKW Asal Situbondo Hilang Kontak di Arab Saudi

Ilustrasi

TKW Asal Situbondo Hilang Kontak di Arab Saudi
SITUBONDO – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Situbondo, Jawa Timur, yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi, mengaku mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Bahkan, gaji perempuan bernama Arwada itu tidak pernah dibayar selama hampir 2,5 tahun.

Sukriyanto, kakak Arwada, mengaku mengetahui adiknya mendapat perlakuaan kasar, setelah menghubungi perempuan berusia 45 tahun itu pada Juni 2012 lalu. “Di telepon, dia ngakunya diperlakukan tidak manusiawi, bahkan tidak pernah dapat gaji,” kata Sukriyanto, di kediamannya, Desa Gabengan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jumat (20/7/2012).

Janda beranak dua itu tidak pernah mengirim uang ke keluarganya. Dari situ keluarga meyakini gaji Arwada tidak pernah dibayar sejak dia bekerja di Arab Saudi. Tidak hanya itu, keluarga juga mengaku kesulitan menghubungi perempuan yang sudah keduanya kalinya menjadi TKI di Arab Saudi tersebut.

“Dia sama sekali belum pernah kirim uang sejak 2010 lalu. Di sana dia ngakunya bekerja sebagai pembantu di sebuah keluarga di Riyadh,” tambahnya.

Keluarga berharap pemerintah dapat membantu memulangkan Arwada. Terlebih, kontrak kerjanya sudah habis.

Selain itu, perusahaan penyalur tenaga kerja (PJTKI) PT Buana Safira, yang beralamat di RT 05/04, Rawa Mangun, Jakarta Timur, tidak bisa dihubungi.  “Dia berangkat melalui PJTKI di Jakarta Timur. Sudah berkali-kali dicoba, tapi gagal,” terangnya.

“Kami berharap, pemerintah dapat membantu kepulangan keluarga kami. Kami harap sebelum Lebaran, Arwada sudah kumpul bersama di sini. Kami sangat khwatir karena kontrak kerjanya sudah habis,” harapnya. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    SDA dan Romy Kucing-Kucingan Temui Kyai