Modifikasi Alat Pemarut Kelapa Bertempurung

|

Image: Corbis

Modifikasi Alat Pemarut Kelapa Bertempurung
PEKERJAAN memarut kelapa bukan kegiatan yang mudah dan membutuhkan waktu, apalagi jika hanya menggunakan alat pemarut kelapa biasa. Sayangnya, bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membeli mesin pemarut kelapa membutuhkan modal yang banyak.

Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun tergerak untuk merancang alat modifikasi pemarut kelapa bernama ”Scirtec”. Alat ini berhasil dirancang oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) UNY yang terdiri dari Janu Arlinwibowo dari Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA, Briyan Sumartono dari Jurusan Mekatronika Fakultas Teknik, dan Ingge Septia Cahyadi dari Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA.

Scirtec adalah modifikasi alat pemarut kelapa tanpa pelepasan tempurung yang didesain guna membantu UMKM pengolah makanan. Menurut Janu Arlinwibowo, umumnya kelapa diparut dengan alat parut tradisional untuk dijadikan santan. "Alat parut tradisional memiliki beberapa kekurangan, yaitu waktu cukup lama untuk memarut, rawan terluka karena kelelahan memarut, tempurung kelapa harus dihancurkan jadi beberapa bagian. Sedangkan tempurung kelapa yang dihancurkan membuatnya tidak bisa diolah menjadi aneka kerajinan, " katanya menjelaskan.

Banyak perajin yang membutuhkan tempurung kelapa yang masih utuh setengah lingkaran. Jadi disayangkan bila tempurung kelapa harus dihancurkan. Namun kalau memarut menggunakan parut tradisional tanpa memcah tempurung sangat sulit dilakukan. Dia menambah, alat parut tradisional biasanya hanya untuk keperluan rumah tangga. Kalau digunakan untuk UMKM tentu tidak efisien.

"Untuk menghemat waktu dan tenaga, UMKM biasanya memarutkan kelapa ke tempat pemarutan kelapa. Kebanyakan alat pemarut kelapa di tempat pemarutan adalah jenis diesel. Alat ini mahal untuk dimiliki sendiri sehingga kurang cocok untuk UMKM. Sementara memarut ke tempat pemarutan juga tidak efisien waktu dan biaya," tutur Janu.

Ingge Septia Cahyadi bertutur, kegiatan UMKM sektor makanan dengan parutan sangat membutuhkan alat yang cepat, aman, hemat energi, murah dan limbah dapat dimanfaatkan. Pelaku bisnis ini memerlukan bahan parutan kelapa untuk memproduksi makanan seperti cemplon, combro, timus, dan klepon. "Scirtec adalah alat parut dengan berbagai fungsi. Scirtec dapat memarut kelapa tanpa melepas tempurung," sebut Ingge.

Ingge mengimbuh, mesin ini juga dapat disesuaikan hasil parutannya menjadi lembut, sedang, atau kasar. Dengan demikian, hasilnya bisa menunjang UMKM memanfaatkan hasil parutan untuk berbagai jenis olahan makanan.

Diungkapkan Ingge, Scirtec menggunakan dua poros yang dapat berfungsi untuk memarut di dua tempat berbeda. Alat ini didesain dalam satu kali putaran dapat mengerjakan dua pekerjaan. Alat sederhana ini sangat menguntungkan karena hanya menggunakan motor penggerak 200 watt sehingga biayanya sangat murah. Bila diakumulasikan ke rupiah, untuk memarut 1 kg kelapa hanya menggunakan listrik seharga Rp5. Dan memarut 30 kg kelapa hanya menelan biaya Rp150.

"UMKM yang menggunakan Scirtec mendapat banyak keuntungan sekaligus. Produktivitas akan meningkat, mereka juga tak perlu biaya mahal, dan dapat dikerjakan dengan cepat," pungkasnya. (ratih keswara/koran si) (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menteri Jokowi-JK Tak Boleh Gelar Seremoni