Hari Suwandi Mundur karena Khawatir Lapindo Dibawa ke Ranah Politik

Kamis, 26 Juli 2012 19:57 wib | Iman Rosidi - Sindoradio

Hari Suwandi Mundur karena Khawatir Lapindo Dibawa ke Ranah Politik Hari Suswandi (kiri) (dok okezone) JAKARTA - Hari Suwandi korban lumpur Lapindo yang sempat berjalan kaki selama 25 hari dari Porong, Sidoarjo ke Jakarta seperti diketahui berjuang untuk meminta hak atas tanahnya yang menjadi korban luapan lumpur Lapindo. Namun secara tiba-tiba dalam tayangan di TVOne,  Hari mundur dari gerakannya tersebut dan berbalik meminta maaf kepada Abu Rizal Bakrie pemilik PT. Lapindo Brantas.

Lalu mengapa demikian? "Saya takut kalau permasalahan saya dibawa ke ranah politik. Akhirnya saya mundur seratus derajat karena permasalahan permasalahan itu," kata Hari Suwandi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Hari memastikan kemunduran dirinya dari gerakan menuntut haknya murni dari hati nuraninya. "Saya bukan atas dasar seperti diberitakan di media-media bahwa saya dibeli Ical dibeli Andi Darusalam, itu saya nyatakan tidak benar, ini berdasarkan atas hati nurani saya yang paling dalam," tegasnya.

Meski demikian, Hari mengaku banyak protes yang disampaikan warga korban lumpur kepada dirinya saat ia tampil di TV One. "Saya jalan kamu salahkan saya berhenti kamu salahkan maksudnya apa," tandasnya.

Lebih lanjut ia menyayangkan tidak ada dukungan dari korban lumpur Lapindo dalam perjalanan dirinya ke Jakarta, apalagi ketika ia  mendapatkan permasalahan permasalahan, tidak ada satu orang yang memberi dukungan kepada dirinya. "Saya pada waktu itu dijelek-jelekan oleh warga korban yang ada di Sidoarjo itupun nggak ada counter bagi saya yang intinya mengcounter menjelek-jelekan saya di Sidoarjo," jelasnya.

Apalagi, lanjut Hari ada 4 orang warga Porong datang ke Jakarta dengan tujuan mau dukung dirinya tapi tujuannya lain mereka datang ke Jakarta untuk tujuan yang lain. "Saya sempat curi proposal mereka, yang mereka intinya memasukan proposal itu ke istana. Yang kedua ada tembusannya ke MK, PDI Perjuangan, Nasdem, dan Partai Gerindra," tuturnya.

"Yang jelas mereka itu korban lumpur Lapindo. Jadi mereka mendompleng gerakan saya, seumpamanya memasukan ke ranah politik nanti dikiranya saya. Jadi sekarang kan momennya momen pemilu, jadi saya takut masalah ini dibawa ke ranah politik, akhirnya saya mundur," tambahnya.

Padahal, dirinya melakukan aksi jalan kaki karena ingin membantu warga Porong agar masalah ini menjadi selesai. "Tapi kenyataannya mereka nggak ada yang mendukung," ujarnya.

Menurutnya PT. Minarak Lapindo  mempunyai komitmen untuk membayar ganti rugi bagi keluarga korban lumpur Lapindo Sidoarjo yang berada di peta area terdampak Perpres tahun 2007. "Ini terbukti mereka sejak tahun 2007 mereka melakukan pembayaran walaupun pembayaran agak tersendat walaupun mereka masih punya komitmen,"sebutnya.

Saat ini, Hari Suwandi masih menetap sementara di kediaman kerabatnya di Depok Jawa Barat dan ia baru akan pulang ke Porong Sidoarjo hingga Lebaran nanti. "Saya tidak takut di kecam ketika pulang nanti," pungkasnya. (Iman Rosidi/Sindoradio/ahm)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »