'Satu Polisi di Satu Desa' Perlu Dukungan Pemda

Jum'at, 27 Juli 2012 10:04 wib | Risna Nur Rahayu - Okezone

'Satu Polisi di Satu Desa' Perlu Dukungan Pemda Ilustrasi anggota Kepolisian JAKARTA - Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menilai program Satu Polisi di Satu Desa yang diterapkan Polda Jawa Timur merupakan langkah baik untuk mencegah konflik di tengah masyarakat.

Bambang mengatakan, dengan menurunkan polisi di satu desa, secara tidak langsung polisi sudah menjalin kedekatan emosional dengan warga. Sehingga warga dapat menyampaikan keluh kesahnya dan bersama-sama mencari solusi yang mungkin mereka hadapi.

"Kalau program ini terus berlangusung, tentu tidak ada tindakan represif aparat terhadap warga. Tapi persuasif yang dikedapankan," kata Bambang Widodo saat dihubungi Okezone, Jumat (27/7/2012).

Menurutnya, agar program tersebut dapat berjalan maksimal perlu adanya pengawasan dan fasilitas dari pemerintah daerah setempat baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Pasalnya, pemda juga turut andil dalam menciptakan ketentraman di daerahnya. "Polisi itu menciptakan ketertiban sedangkan menciptakan ketentraman itu tugasnya pemda," pungkasnya.

Dia mencontohkan, fasilitas yang dimaksud seperti pembangunan posko dan pertemuan intensif antara warga dan petugas serta pemerintah daerah. "Pemerintah setempat kadang tidak memberikan fasilitas. Namun kalau program ini bisa dibangun intensif, relasi antara warga dibangun dengan melibatkan polisi dan pemda, maka adaptasi antara warga yang satu dengan yang lain tercipta dengan baik. Konflik antar wargapun terhindarkan," pungkasnya. (ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »