Jaksa Minta Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Miranda

|

Miranda S Goeltom (Foto: Dok Okezone)

Jaksa Minta Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Miranda

JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak eksepsi atau nota pembelaan terdakwa suap cek pelawat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, Miranda Swaray Goeltom, yang dibacakan Selasa 24 Juli lalu.

Ketua Jaksa Penuntut Umum, Supardi, meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor tetap melanjutkan sidang kasus Guru Besar Universitas Indonesia itu berdasarkan surat dakwaan.

"Jaksa berkesimpulan bahwa keberatan penasihat hukum dan terdakwa harus ditolak dan sidang pemeriksaan dengan terdakwa Miranda dilanjutkan berdasarkan dakwaan penuntut umum," kata Supardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2012).

Supardi menilai kasus Miranda merupakan rangkaian panjang suap cek pelawat yang terungkap sejak 2009. Satu per satu, orang-orang yang dinyatakan terlibat disidang, sejak 2010 hingga sekarang. "Banyak masyarakat dengan harapan yang terlibat dapat diadili sesuai hukum yang berlaku. Sehingga, ada kalanya akan terlihat berbenturan dengan hal-hal yang bersifat formal," terang dia.

Dia juga membantah pengacara Miranda yang menyebut dakwaan kliennya itu sudah kedaluarsa. Menurut jaksa, dakwaan harus memuat nilai keadilan dan tidak semata-mata berpaku pada ketentuan formal Undang-undang. "Kiranya sangat tidak beralasan jika mengatakan Pasal 13 UU Tipikor dalam dakwaan ketiga dan keempat telah daluwarsa," kata Supardi.

Jejak ratusan cek pelawat pemilihan DGS Bank Indonesia memang tergolong rumit. Bermula dari Direktur PT Wahana Esa Sejati, Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo, cek mengalir ke senayan melalui tangan Dudhie Makmun Murod (angota Fraksi PDI Perjuangan), Endien Soefihara (Fraksi PPP), Hamka Yandhu (Fraksi Golongan Karya), dan Udju Djuhaeri (Fraksi TNI/ Polri).

Arie malangjudo mengaku menyebar cek pelawat berdasarkan perintah Nunun Nurbaetie. Tujuannya adalah mengarahkan suara masing-masing fraksi untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai DGS Bank Indonesia 2004.

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tidak Perlu Mata Pelajaran Khusus TIK