Satu Orang Tewas dalam Banjir di Papua

Sabtu, 28 Juli 2012 10:12 wib | K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada Jumat (27/7/2012) pukul 03.00 Wit terjadi banjir di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.
 
“Banjir terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan sungai di Kelurahan Mararena, Kabupaten Sarmi, meluap sehingga menggenangi permukiman masyarakat,” kata Sutopo dalam pesan elektroniknya kepada Okezone, Sabtu (28/7/2012).
 
Dia menambahkan, banjir menyebabkan satu orang anak meninggal usia 15 tahun (anak Ibu Didah) dan 250 Kepala keluarga (KK) mengungsi.
 
“Sebanyak 105 unit rumah tergenang air, 10 unit jembatan kayu tergenang air, dan satu unit pasar sentral terendam,” ucapnya. 

Saat ini, sambung Sutopo, BPBD Provinsi Papua dan instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat bencana.
 
“Untuk sementara pengungsi berada di tempat sanak famili dan ditempatkan di tiga distrik yaitu,  Kelurahan Mararena, Gereja Katholik Kabupaten Sarmi, dan SD inpres Kabupaten Sarmi,” bebernya.

BPBD telah memberikan bantuan makanan siap saji dan mendirikan dapur umum. Pendataan masih dilakukan BPBD Provinsi Papua.

”Hujan yang lebat di Kabupaten Sarmi terpengaruh oleh depresi tropis di timur Filipina,” paparnya.
 
BMKG menyampaikan depresi tropis tersebut juga memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia berupa:
 
1)    Hujan dengan intensitas rendah, sedang, dan tinggi di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua bagian Utara dan Tengah.

2) Angin kencang dengan kecepatan di atas 20 knots dapat terjadi di Maluku Utara bagian Utara.
(ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »