Belajar Gratis & Nobar di Sanggar Didik Impian

|

Image: Corbis

Belajar Gratis & Nobar di Sanggar Didik Impian

JAKARTA - Luqman Setiadi punya pengalaman lucu ketika mengajar anak-anak di sekitar kampusnya. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) itu "diidolakan" para murid yang masih berusia 4-5 tahun.

"Baju saya hampir sobek ditarik-tarik mereka," kata Luqman.

Cerita Luqman hanyalah satu dari cerita ke-26 mahasiswa IPB yang mengabdikan diri dalam kegiatan pendidikan gratis di Desa Cibanteng, salah satu desa di lingkar kampus IPB.

Dinamai Sanggar Didik Impian (SDI), Luqman  dan rekan-rekan mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB memulai aktivitas pendidikan di SDI sejak 28 Oktober 2011 lalu.

Mereka tidak hanya mengajarkan pendidikan anak  usia dini (PAUD), tetapi juga bimbingan pelajaran bagi siswa usia kelas enam SD.

 

Berlokasi di Majlis Talim Al Hidayah Kebon Kopi RT 1 RW 2 Desa Cibanteng, Bogor, Luqman dan "guru" lainnya memberi materi berupa penguatan materi umum yang didapat di sekolah seperti matematika, IPS, IPA, dan agama.

"Kami juga menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) setiap dua bulan sekali," kata Luqman, seperti disitat dari keterangan tertulis IPB kepada Okezone, Sabtu (28/7/2012).

Tidak sembarang film, kata Luqman, tim pengajar SDI memilih film yang menarik dan memotivasi para siswanya untuk berjuang dan berprestasi. Selain  kegiatan formal belajar mengajar, pendidikan di SDI juga dilakukan melalui berbagai cara alternatif. Salah satunya, tiap kelas diberikan satu pohon untuk mereka rawat. Cara ini dimaksudkan untuk "mengikat" para peserta untuk rajin mengikuti berbagai kegiatan di SDI.

 

Kegiatan berkreativitas seperti bernyanyi, menari, dan membuat aneka prakarya pun tak luput diajarkan di sekolah informal ini. Hingga saat ini, tercatat 40 anak mengikuti berbagai pendidikan di SDI.

Menurut Luqman, sasaran kegiatan SDI sebetulnya adalah untuk anak-anak pemulung di desa Cibanteng. Luqman berharap, pendirian sanggar ini akan dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa kepada kondisi sosial di sekelilingnya. "Siswa dan masyarakat  perlu didorong akan pentingnya pendidikan di masa depan, selain mengajarkan mereka untuk mencintai ilmu pengetahuan," pungkasnya.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jalin Keakraban dengan Aksi Bersih Gunung Anak Krakatau