ITS Boyong Piala Sakral Atlantic Challenge

|

Foto: dok. ITS

ITS Boyong Piala Sakral Atlantic Challenge

JAKARTA - Tekad puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, untuk mengikuti International Contest of Seamanship, Atlantic Challenge (AC) International 2012 di Bantry, Irlandia, begitu kuat. Buktinya, Tim Maritim Challenge (MC) ITS ini rela menghabiskan 10 bulan untuk membangun kapal yang mereka namai Rojo Segoro.

Bersama Rojo Segoro inilah Tim MC ITS bertarung melawan kontestan AC International lainnya dari berbagai negara. Selama perlombaan, Tim MC ITS menunjukkan keunggulan di beberapa kategori dan dipertimbangkan sebagai tim kuda hitam. Meski tidak memenangi semua kategori yang diikuti, semangat yang ditunjukkan Tim MC ITS selama mengikuti lomba dinilai paling kuat di antara tim-tim lainnya, dan mengantarkan mereka meraih trofi Spirit of AC, penghargaan yang dianggap sakral dalam lomba ini.

Menurut President of AC Foundation Lee Scarbrough, trofi Spirit of AC diberikan kepada tim yang sudah berjuang dengan keras, bukan hanya ketika perlombaan berlangsung, tetapi sejak tahap persiapan menuju ajang kompetisi ini.

"Secara khusus, trofi ini dianugerahkan kepada tim yang paling mewakili semangat dari AC International. Pengambilan keputusan ini juga dipengaruhi hasil vote setiap kontestan, juri, panitia, maupun penduduk lokal," kata Lee, seperti disitat dari laman resmi ITS, ITS Online, Senin (30/7/2012).

Sepuluh tahun lalu, Tim MC ITS juga pernah meraih trofi Spirit of AC dalam perlombaan yang dihelat di Rockland, Amerika Serikat.

Humas Tim MC ITS Fiqhy Dian Nashrullah bertutur, perjuangan tim MC ITS memang sangat maksimal dalam mengikuti AC International 2012. "Di antara 15 tim, kami satu-satunya tim yang membangun kapal sendiri. Rojo Segoro juga menjadi primadona bagi kontestan lain dan penduduk lokal karena performa serta keindahannya,'' kata Fiqhy.

Perjuangan tim ITS tidak hanya sebatas membangun kapal. Sebagai kontingen paling jauh dari Irlandia, mereka juga harus menggalang dana cukup besar untuk bisa berangkat ke Bantry. Seluruh awak juga mengikuti berbagai latihan intensif meliputi ketahanan fisik dan mental serta kemampuan berbahasa Inggris. Mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan ini bertutur, latihan tersebut tidak berhenti ketika mereka tiba di Bantry seminggu sebelum perlombaan dimulai.

"Tim sempat kaget dengan perubahan cuaca yang sangat ekstrim, karena kami satu-satunya tim dari negara beriklim tropis. Tetapi kami selalu bersemangat selama perlombaan," Fiqhy mengimbuh.

Semangat itu juga ditunjukkan dengan kegigihan tim untuk harus selalu mencapai garis finish dalam setiap kategori. Selama kompetisi, yakni 21-27 Juli 2012, seluruh awal Tim MC ITS menjalin persahabatan dengan tim lainnya. Bahkan, penduduk lokal Bantry, Irlandia, menganggap tim ITS sebagai tim yang paling ramah.

"Banyak yang meminta untuk berfoto bersama tim MC maupun dengan kapal Rojo Segoro," imbuh Fiqhy.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kia Picanto Facelift Tepergok Berkeliaran di Jalan Raya