Pasukan Rusia Siap Tinggalkan Suriah Bila Diserang

|

Foto : Pejabat militer Rusia di Tartus (globalmilitaryreview)

Pasukan Rusia Siap Tinggalkan Suriah Bila Diserang
TARTUS - Para Angkatan Laut Rusia yang tinggal di pangkalan angkatan laut di Tartus, siap meninggalkan Suriah bila keberadaan mereka mulai terancam. Beberapa hari yang lalu, oposisi Suriah pun berencana untuk menyerang dan para pasukan Rusia di Tartus.

"Saya bukanlah yang memerintahkan masalah ini. Kami memiliki menteri pertahanan yang mengatur hal itu. Bila kami harus mengevakuasi personil, kami akan melakukannya," ujar pejabat militer Rusia Laksamana Viktor Chirkov, seperti dikutip UPI, Senin (30/7/2012).

Namun Chirkov menegaskan bahwa Negeri Beruang Merah tidak berniat untuk mengabaikan pangkalan angkatan lautnya yang ada di Tartus, Suriah. Hal itu disebabkan karena Rusia membutuhkan tempat untuk memasok logistik bagi angkatan lautnya yang ada di Laut Mediterania.

Pangkalan militer Tartus juga menyediakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk operasi anti-pembajakan di Teluk Aden dan Samudera India. Rusia juga menepis laporan yang menyebutkan bahwa pangkalan Tartus dimanfaatkan untuk memasok senjata Rusia ke Suriah.

Oposisi Suriah saat ini juga membentuk divisi yang terdiri dari mantan Angkatan Laut Suriah. Banyak di antara mereka yang sangat mengerti tentang detil-detil pelabuhan Tartus, mereka pun selalu mengawasi tindak-tanduk Rusia.

Selama ini, Pelabuhan Tartus disewakan Suriah ke Rusia sebagai bentuk pembayaran utang. Namun FSA memandang pelabuhan itu sebagai ancaman berupa, gudang senjata dan markas besar pejabat militer Negeri Beruang Merah.

"Kami sanggup menghancurkan pelabuhan itu dengan mudah. Bila kami menyerang gudang itu dengan senjata anti-tank atau senjata lain, ledakan besar akan muncul. Kami juga bisa menyerang kapal-kapal di pelabuhan itu," ujar pembelot Suriah, Kapten Walid. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lomba Sra' Pasra'an Mantan di Tengah Lunturnya Budaya Madura