NUSANTARA

Eksekusi Lahan Berlangsung Ricuh

Selasa, 31 Juli 2012 04:04 wib
Dharma Setiawan - Sindo TV
Ilustrasi Ilustrasi

SIMALUNGUN - Eksekusi lahan bekas perkebunan swasta seluas 200 hektare di Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (30/7/2012) berlangsung ricuh. Ratusan petani penggarap tanah yang menolak eksekusi terlibat bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sejumlah petani perempuan sempat terinjak-injak. Sementara, seorang koodinator massa yang menolak proses eksekusi diamankan polisi. Bentrok terjadi saat satu unit alat berat akan memasuki lahan yang akan di eksekusi.

Ratusan petani tampak menghadang hingga menutup jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan. Bentrokan mulai pecah saat Satpol PP berupaya membubarkan massa yang menghadang.

Awalnya, petani dan Satpol PP hanya saling dorong disertai pemukulan. Penangkapan terhadap seorang petani yang diduga sebagai koordinator semakin memicu amarah massa.
Petani sudah berkumpul di lahan tersebut sejak pagi. Lahan itu diketahui bekas PT Good Year. Namun, sejak 2002 lalu ditanami oleh petani.

Salah satu petani, Novi Ariska Damayanti, mengatakan, kebijakan Pemkab Simalungun tidak tepat lantaran, lahan itu selama ini menjadi tempat penghidupan mereka. Menurutnya, petani tidak berniat menjadikan lahan itu hak milik meski harus menyewa ke Pemkab.

Karena besarnya penolakan dari petani, eksekusi lahan menjadi tertunda. Alat berat memilih memutar arah dari kepungan petani karena emosi massa semakin tak terkendali. (Dharma Setiawan/Sindo TV/trk)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA ยป