UMI Kaji Perbedaan Waktu Imsak

|

Image: Corbis

UMI Kaji Perbedaan Waktu Imsak

MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengkaji timbulnya perbedaan penafsiran ayat-ayat Alquran yang sering muncul di antara para ahli tafsir. Salah satunya adalah perbedaan penentuan waktu imsak.

Bahasan tersebut menjadi topik utama dalam diskusi Amaliah Ramadan yang digelar oleh UMI kemarin. Salah satu narasumber, Prof. Dr. HM Ghalib berkata, adanya perbedaan tersebut karena perbedaan latar belakang para ahli tafsir yang menyebabkan terjadinya perbedaan pemahaman. Selain itu, ayat-ayat yang turun berbeda asbaab nuzulnya (sebab turunnya).

Menurut Prof. Galib, yang paling mengerti ayat-ayat Alquran adalah Allah SWT. Hanya saja, banyak orang yang salah faham terhadap kandungan Alquran, karena penfsiran dilakukan secara harfiah. Dia mencontohkan, ayat yang terkait dengan waktu imsak dengan melihat benang hitam dan benang putih. "Ada yang memahami secara harfiah, padahal yang dimaksud benang putih adalah terbitnya fajar (terang) dan benang hitam (gelap)," bebernya.

Diskusi tersebut dipandu Dr. HM Arfah Shiddiq dan dihadiri Ketua LPDKI UMI Dr. HM Ishaq Shamad, Dekan Fakultas Agama Islam UMI HM Hasibuddin, para Wakil Dekan IV UMI, dan sejumlah dosen UMI. Arfah Shiddiq berujar, kegiatan ini merupakan bagian dari amaliah Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Menurutnya, kajian kali ini membahas "Sejarah Perkembangan Tafsir", karena sangat sedikit jumlah sahabat yang menjadi mufassir (ahli tafsir). (herni amir/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono