Repositori ITS Terbaik se-Indonesia

Ilustrasi : ist.

Repositori ITS Terbaik se-Indonesia
JAKARTA - Webometrics for Institutional Repository merupakan pemeringkatan sekira 1.240 repositori institusi di seluruh dunia. Pada dasarnya, ada dua sistem pemeringkatan untuk repositori di Webometrics, yaitu Top Institutional Repository dan Top Repository. Top Institutional Repository merupakan pemeringkatan institusi yang memiliki repositori, sedangkan Top Repository merupakan pemeringkatan repositori karena satu institusi bisa jadi memiliki dua repositori.

Pada pemeringkatan versi Juli 2012, repositori institusi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berada dalam urutan teratas di tingkat nasional dan urutan 14 di tingkat dunia. Disusul Universitas Sumatera Utara (USU) di posisi kedua serta peringkat 20 skala internasional. Sementara itu, di peringkat ketiga ada Universitas Diponegoro (Undip) dengan rangking 36 dunia, dan rangking empat dihuni oleh Universitas Andalas (Unand) Padang yang berada di posisi ke-42 pada tingkat global. Sementara di peringkat lima bertengger Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meraih peringkat 94 di tingkat internasional.

Sementara untuk pemeringkatan repositori terbaik pada skala nasional, urutannya tidak jauh berbeda dengan pemeringkatan repositori institusi. ITS masih berada di posisi pertama dan peringkat 19 di dunia. Sementara USU yang berada di posisi kedua tingkat nasional, berada pada rangking 25 di skala global. Untuk posisi ketiga nasional dihuni oleh Unand dengan posisi 40 di rangking internasional. Undip harus puas berada di posisi keempat dan urutan ke-46 pada tingkat dunia. Selanjutnya, di nomor lima terdapat IPB yang menempati rangking 106 pada taraf internasional.  Demikian seperti disitat dari keterangan tertulis Undip kepada Okezone, Rabu (1/8/2012)

Secara garis besar, ada dua faktor yang menjadi indikator utama dari penilaian Webometrics for Institutional Repository. Pertama, Impact yang meliputi komponen Visibility backlink dan visibility Referred domains dengan bobot 50 persen. Selanjutnya, Activity yang meliputi komponen Size di Google sebesar 10 persen, Rich Files di Google dengan porsi 10 persen, dan Scholar di Google Scholar sebesar 30 persen.
 
Size adalah jumlah halaman website (html) yang tertangkap oleh mesin pencari (Google), tetapi tidak termasuk rich files. Sedangkan visibility merupakan jumlah external inlinks yang unik (jumlah backlinks) dan jumlah Referred Domains atau domain asal yang backlink yang diterima oleh domain web universitas dan terindeks di Majestic SEO. Visibility ini menyiratkan besarnya impact terhadap sebuah website/repositori.
 
Rich Files merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google) Scholar merupakan jumlah semua artikel-artikel ilmiah yang terindeks di Google Scholar  dan jumlah artikel-artikel ilmiah lima tahun terakhir di Google Scholar pada 2007 hingga 2011. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Monas Rusak Pasca Pesta Rakyat, Ini Komentar Ahok