100 Pasien Jamkesda & SPM di Malang Terancam Tak Bisa Cuci Darah

Ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (foto: Irwansyah Nst/ Okezone)

100 Pasien Jamkesda & SPM di Malang Terancam Tak Bisa Cuci Darah
MALANG - Sekira 100 pasien kurang mampu di Kota Malang, Jawa Timur, terancam tidak lagi dapat melakukan cuci darah jika anggaran yang diajukan Dinas Kesehatan Kota Malang dalam PAK APBD 2012 sebesar Rp12,5 miliar tidak disetujui. Anggaran itu tertuang untuk program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Surat Pernyataan Miskin (SPM) selama Agustus-Desember 2012.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, mengatakan, minimal anggaran yang disetujui Rp3 miliar untuk untuk membiayai pasien cuci darah sekira 100 pasien tidak mampu di Kota Malang. "Kebutuhan untuk mereka ini yang paling mendesak," katanya, Kamis (2/8/2012).

Enny mengatakan, sampai saat ini pasien pemegang SPM yang lama masih dilayani di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar (RSSA) Malang dan RST Suparoen dengan menggunakan sisa anggaran Rp2,2 miliar. Dia mengaku sudah tidak menerbitkan SPM sejak 15 Juli lalu.

Sebelumnya, kata Enny, Dinkes telah mengajukan anggaran sebesar Rp10,5 miliar. Namun setelah dihitung ulang, ternyata kebutuhannya lebih besar sehingga ditambah menjadi Rp12,5 miliar.

Dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberi dana sharing kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat ini jumlah pasien Jamkesda di Kota Malang mencapai Rp32 ribu per orang, dan pasien pemegang SPM sebanyak 2.000 lebih pasien. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bersihkan Korupsi, Jokowi Harus Pilih Jaksa Agung dari Eksternal