Tiga Resep Mendikbud Akhiri Kisruh UI

|

Ilustrasi: ist.

Tiga Resep Mendikbud Akhiri Kisruh UI

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku, telah memberikan tiga resep untuk kisruh Universitas Indonesia (UI). Sebab, permasalahan di UI tidak kunjung selesai tapi justru berbuntut panjang.

"Saya tidak ingin terlalu jauh masuk ke dalam dan itu prinsip sejak awal. Saya berikan dukungan penuh agar UI bisa menyelesaikan secara internal," kata M Nuh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2012).

Dia mengungkap, ada tiga resep yang diberikan sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang melanda UI. Pertama, lanjutnya, adalah prinsip UI first atau mendahulukan kepentingan UI di atas segalanya.

"Kepentingan UI harus diletakkan pertama. Tidak boleh ada kepentingan personal orang per orang yang tersinggung ketika kepentingan UI diutamakan," ujarnya menambahkan.

Kedua, tukas M Nuh, menggeser penyelesaian persoalan dari pendekatan kebenaran menjadi kebaikan. "Pendekatan kebenaran memperdebatkan mana yang benar dan salah sehingga diskusinya bisa panbjang dan bisa masuk ke pengadilan namanya PTUN. Jadi keputusan saya membentuk tim transisi dan lain-lain oleh sekelompok masyarakat di PTUN-kan, ya saya bilang silahkan di PTUN-kan," tandasnya.

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) tersebut pembentukan tim transisi dibuat karena kedua kubu, yakni rektorat dan Majelis Wali Amanat (MWA) bertengkar. "Tim transisi mempunyai tugas membentuk MWA karena MWA habis pada Januari 2012. Karena sudah terbentuk, maka saya serahkan sepenuhnya kepada MWA sebagai badan tertinggi. Kalau menteri ikut bukan sebagai menteri tetapi menempatkan diri sebagai anggota MWA," imbuh M Nuh.

Selanjutnya, kata M Nuh, yang ketiga adalah MWA melakukan rapat untuk menentukan pengganti rektor yang habis masa jabatannya pada 14 Agustus 2012. Apakah akan diperpanjang atau disudahi dan mengangkat pejabat rektor sementara.

"Berdasarkan rapat MWA 26 Juli lalu, maka keputusan yang diambil adalah menyudahi masa jabatan rektor UI saat ini. Kemudian, meminta Mendikbud menunjuk pejabat eselon satu untuk menjadi pejabat rektor sementara," tuturnya.

Sejumlah nama tersebut, yakni Staf Ahli bidang hukum Anna Erliana, Dirjen PAUDNI Lydia Freyani Hawadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal Gultom, Dirjen Dikti Djoko Santoso, dan Wamendikbud Musliar Kasim.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Si Jago Merah Mengamuk di Kalideres