Sakit Hati, Pembantu Atur Cara Bobol Rumah Majikan

|

Ilustrasi

Sakit Hati, Pembantu Atur Cara Bobol Rumah Majikan
SURABAYA - Untuk melampiaskan sakit hati lantaran merasa diperlakukan tidak manusiawi oleh majikan, Dwi hadi (20), warga Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membobol rumah majikannya di Graha Family Utara, Surabaya. Dalam beraksi, pembantu rumah tangga itu dibantu oleh rekannya, Sugeng (22), warga Sumber manjing, Malang.

Informasi yang dihimpun, aksi pembobolan rumah terjadi ketika sang majikan, Joelistio, sedang pergi ke Bali. Dwi Hadi langusung menghubungi Sugeng untuk mencuri rumah majikannya. Sebelum datang ke lokasi, Sugeng menyempatkan untuk membeli sebilah linggis di salah satu toko bangunan di kawasan HR MUhammad.

Kedunya bertemu di tempat tak jauh dari lokasi. Dwi yang memang sudah menguasai medan, bersama-sama membongkar pintu utama menggunakan linggis. Mereka sempat memotong kabel kamera pengintai di rumah tersebut.

"Perbuatan itu sudah direncanakan oleh Dwi Hadi dan mengajak rekannya. Saat itu sang majikan sedang pergi ke Bali," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto, di Mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan 1, Surabaya, Jumat (3/8/2012).

Keduanya menguras barang berharga, seperti delapan buah jam tangan, Uang tunia Rp5 juta, satu unit Blackberry serta beberapa perhiasan. Untuk mengelabuhi sang majikan, Dwi membuat skenario seolah-olah telah terjadi perampokkan di rumah tersebut. Maka Sugeng pun mengikat Dwi Hadi dengan tali rafia dan bagian dari pelipis kiri dan mulut dilukai lalu berbaring.

"Untuk memperkuat skenario perampokan tersangka, Sugeng kabur menggunakan mobil milik majikannya yang diparkir di garasi rumah," jelasnya. Tak sampai di situ, Dwi pun melapor kejadian ini ke Polisi.

Beruntung, polisi jeli dalam melakukan penyelidikkan. Dwi, saat dimintai keterangan, terkesan berbelit-belit dan seperti ada yang ditutupi. Ditambah, keterangan sang majikan yang makin menguatkan skenario perampokan tersebut. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

"Tersangka mengaku nekat mencuri di rumah majikannya karena sering dimarahi dan sering diperlakukan tidak manusiawi," tukas mantan Dir Pamobvit Polda Jatim itu. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Usik Kedaulatan, Jokowi Harus Tegas Terhadap Malaysia