MUI Kediri Fatwakan Jasa Penukaran Uang Haram

Ilustrasi, penukaran uang resmi (Foto: Heru H/okezone)

MUI Kediri Fatwakan Jasa Penukaran Uang Haram
MADIUN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Jawa Timur, menyatakan, jasa penukaran uang yang marak beroperasi menjelang Lebaran haram. Bahkan MUI menengarai ada permainan antara oknum perbankan dengan bandar jasa penukaran uang.

Ketua MUI Madiun, Sutoyo, mengatakan, dasar adanya dugaan permainan oknum perbankan dengan bandar jasa penukaran uang karena masyarakat sulit untuk mendapat uang pecahan kecil.

“Namun di lapangan, jasa penukaran uang seolah gampang mendapatkan uang receh tersebut dalam jumlah sebesar sekali pun,” kata Sutoyo, Jumat (3/8/2012).

Sedangkan fatwa haram jasa penukaran uang karena, ada kelebihan uang yang dibayarkan masyarakat kepada jasa penukaran uang.

“Misalnya, jika Anda menukarkan uang Rp100 ribu dengan lembaran uang pecahan berapa pun, Anda diharuskan membayar uang Rp110 ribu. Ini yang termasuk dalam kategori riba,” tuturnya. (kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    1.000 Pemuda Syukuran di Tugu Proklamasi