Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional HDCA

Sabtu, 04 Agustus 2012 03:43 wib | K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Human Development and Capability Association (HDCA) ke-11, di Jakarta, pada tanggal 5 hingga 7 September 2012. Konferensi ini sangat penting karena memberi kesempatan para akademisi nasional dan internasional melakukan perdebatan terbuka bersama para pengambil kebijakan, pemerintah pusat dan daerah, praktisi, dan masyarakat sipil.
 
Perdebatan tersebut mengenai apakah pertumbuhan ekonomi yang kuat sudah cukup mencerminkan tingkat pembangunan yang berkualitas dan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata.

Apalagi bila mengingat kondisi Indonesia saat ini yang tingkat kesenjangan ketidaksetaraannya telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Republik ini.

Berdasarkan surat elektonik yang diterima Okezone, Jumat, (3/8/2012) konfrensi HDCA ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pembuatan kebijakan untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui pembahasan isu-isu yang relevan di Indonesia dengan melibatkan para pembuat kebijakan dan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.

Karena itu, dipilih tema Konferensi Internasional HDCA 2012 “Mengkaji ulang pembangunan: Apakah kita telah menilainya dengan benar?”

Latar belakang tema tersebut didasari kesadaran ilmiah dan empirikal bahwa pertumbuhan ekonomi bukanlah merupakan tujuan akhir, melainkan sebuah instrumen dalam melaksanakan pembangunan yang sifatnya multidimensional. Namun, cara konvensional yang umumnya digunakan oleh para ekonom seringkali mengabaikan aspek-aspek sosial seperti kebebebasan berpolitik, keadaan institusi, kesetaraan, keamanan, serta kondisi lingkungan.

Konferensi ini akan dihadiri narasumber nasional dan internasional, termasuk dua penerima Nobel di bidang ilmu ekonomi, yaitu Amartya Sen (1998) (melalui rekaman kuliah dan wawancara) dan Eric Maskin (2007). Amartya Sen adalah orang yang mendirikan HDCA pada tahun 2004. Namun, secara informal HDCA telah menjadi gerakan praktisi, teoritisi, pembuat kebijakan, dan akademisi yang tertarik pada semua aspek pembangunan dan kesejahteraan manusia. Berbagai konferensi telah diselenggarakan di berbagai negara sejak tahun 2001, hingga Indonesia mendapat kehormatan menjadi penyelenggara di tahun 2012 ini.

Dalam rentang waktu tersebut, beberapa pendukung gerakan ini mengklaim bahwa teori kapabilitas manusia telah menjadi paradigma pembangunan alternatif, dan pembangunan manusia harus diutamakan dan diajarkan dalam kurikulum universitas, khususnya mereka yang peduli dengan pembangunan yang bersifat multidimensional.

Dalam konteks tersebut, tujuan utama dari Konferensi Internasional HDCA 2012, pertama melakukan debat publik dalam isu-isu penting seperti pengukuran kemiskinan di kalangan akademisi lokal dan internasional, pembuat kebijakan, praktisi, masyarakat sipil, dll. Konferensi ini juga ingin memberikan kesempatan maksimal bagi Indonesia - baik bagi peserta dari Jakarta maupun daerah - untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional, di mana mereka juga dapat menampilkan karya mereka, yang mungkin sulit jika diadakan di luar negeri.

Kedua, membangun jaringan internasional untuk meningkatkan standar akademik dan kualitas penelitian, serta kerjasama penelitian di Indonesia. Ketiga, konferensi diharapkan memberi kontribusi bagi pembuatan kebijakan pada isu-isu yang relevan di Indonesia dengan melibatkan  para pembuat kebijakan dan pemerintah. Keempat, konferensi diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pembuatan kebijakan, tidak hanya di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga di tingkat lokal dengan melibatkan partisipasi pemerintah daerah.
(ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERITA TERKAIT

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »