Ngotot, Bukti Polri Mampu Tuntaskan Kasus Korupsi Simulator SIM

Ilustrasi (Okezone)

Ngotot, Bukti Polri Mampu Tuntaskan Kasus Korupsi Simulator SIM
JAKARTA - Banyak kalangan menilai tidak sewajarnya Polri begitu getol untuk terlibat dalam penanganan kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, yang seharusnya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia, Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto menganggap, kengototan Polri tersebut didasari oleh kemampuan Polri untuk mampu menuntaskan kasus tersebut.

"Polisi itu terlalu bersemangat karena memang mampu. Ini menunjukkan bahwa polisi dan jaksa mampu," kata Sisno dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2012).

Sisno berpendapat, justru sikap KPK yang ngotot-lah yang seharusnya dipertanyakan. Menurutnya sikap KPK tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan KPK untuk menuntaskan kasus-kasus besar yang sering menjadi bahan tuntutan publik untuk segera diselesaikan.

"Justru kita perlu pertanyakan KPK, kenapa begitu ngotot. Apa karena KPK belum bisa menuntaskan Hambalang, dan kasus-kasus lain," tegasnya.

Bahkan secara mengejutkan Sisno menyarankan agar KPK segera dibubarkan. Mengingat, Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini, dalam penilaian Sisno telah bekerja dengan baik dan maksimal.

"Sudah saatnya lah KPK mundur, sudah dua periode," sergahnya. (put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Versi "Telanjang" Yamaha R25 Lahir Tahun Depan?