Gumilar Tak Ingin Perpanjang Masa Jabatan

|

Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone

Gumilar Tak Ingin Perpanjang Masa Jabatan

DEPOK – Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri mengaku tidak ingin memperpanjang masa jabatannya melebihi 14 Agustus 2012. Gumilar mengklaim, ingin memberi contoh agar pemilihan rektor (pilrek) UI netral.

 

Hal itu diungkapkan Gumilar dalam pernyataan tertulisnya melalui Kepala Kantor Komunikasi UI Siane Indriani. Siane mengatakan, meski belum terpilih rektor baru, Gumilar menyatakan tidak ingin masa jabatannya diperpanjang satu hari pun, demi menjaga netralitas dalam proses pemilihan rektor.

“Bagaimanapun prosesnya sebagai incumbent akan mengalami tudingan adanya potensi penyalahgunaan wewenang. Agar proses pilrek yang akan dimulai setelah Lebaran berlangsung netral, maka rektor mempersilakan Majelis Wali amanat (MWA) menunjuk pejabat sementara rektor hingga terpilihanya rektor definitif pada akhir Oktober mendatang,” ujar Siane dalam rilis kepada Okezone, Sabtu (4/8/2012).

Hal yang sama, lanjutnya, diharapakan juga dilakukan di sembilan fakultas yang secara serempak akan menggelar pemilihan dekan (pildek) sehubungan dengan habisnya masa jabatan para dekan. “Malah sebagian besar dekan tersebut masa jabatannya telah diperpanjang. Ada yang telah berakhir sejak Februari, Maret, dan April 2012,” paparnya.

Maka, tindakan rektor memberhentikan para dekan, kata dia, adalah dalam semangat yang sama, yakni agar proses pemilihan dekan di fakultas-fakultas berlangsung dengan netral. Rektor, lanjutnya, meminta para dekan bisa memahami keputusan ini, demi memberikan contoh untuk menegakkan fairness, baik dalam pilrek maupun pildek.

 

“Untuk itulah rektor telah menunjuk pejabat dekan yang bertugas mempersiap pemilihan dekan di fakultas. Selain itu agar tidak terjadi kekosongan kepemimpnan, aktivitas akademis maupun non akademis dilaksanakan oleh para pejabat dekan,” tandasnya.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sekjen DPR Hanya Akui Pimpinan dari KMP