Undip & Universitas California Eksplorasi Biota Laut RI

Ilustrasi : ist.

Undip & Universitas California Eksplorasi Biota Laut RI
JAKARTA - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Universitas California meneliti potensi Biotek Kelautan Indonesia. Hal ini mengemuka dalam workshop dan field training mengenai bioteknologi kelautan yang diikuti oleh seluruh perwakilan dari mahasiswa berbagai jenjang se-Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di Kampus Undip Tembalang dan dua hari di Teluk Awur Marine Station, Jepara.

Pada acara yang berlangsung sejak 6 Agustus 2012 itu, Dekan FPIK Undip Muhammad Zainuri berkata, bioteknologi kelautan merupakan upaya untuk mengeksplorasi jenis-jenis biota laut Indonesia yang mempunyai peluang untuk digunakan sebagai obat. Sebab, lanjutnya, biota laut Nusantara sudah dikenali mempunyai banyak bahan obat dan antioksidan yang bermanfaat bagi manusia.

"Kerjasama ini sudah dilakukan sejak 2008 diawali dengan pengiriman staf kami ke Amerika. Kemudian, ada pertemuan lagi di Raja Ampat, Papua dan seterusnya. Pada tahap awal, kami mempelajari teknologi yang mereka gunakan. Kemudian teknologi itu kami bawa ke Indonesia untuk mengolah sampel yang diambil," ujar Zainuri, seperti dinukil dari laman Undip, Selasa (7/8/2012).

Menurut Zainuri, teknologi tersebut perlu diseminasi atau disebarluaskan dengan cara kegiatan semacam ini sehingga Undip berperan sebagai induk dari sumberdaya ilmu dan teknologi. Lalu, lanjutnya, semua peserta yang berasal dari seluruh Indonesia akan memiliki persepsi keilmuan yang sama, sehingga saat mereka kembali ke daerah masing-masing mereka akan mengambil sampel-sampel dengan teknologi yang kita kenalkan. "Mereka akan memberikan hasil itu untuk kami himpun menjadi database. Data-data ini akan dijadikan data ilmiah untuk keperluan lebih lanjut," imbuhnya

Zainuri mengemukakan, workshop ini juga merupakan bentuk pengembangan dari kompetensi yang diselenggarakan oleh FPIK. Sehingga semua SDM yang ada di FPIK dikembangkan menuju kompetensi yang lebih tinggi. "Permasalahan pesisir merupakan tugas yang harus diemban. Pemasalahan pesisir itu tidak hanya dilihat dari satu sisi tapi ditinjau dari berbagai segi, yaitu dari sosial ekonomi sampai dengan biota yang dijumpai di laut dalam," tandasnya

Pakar Kelautan Undip Ocky Karna Radjasa menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang didanai oleh USAID dari program University Of California Santa Crus Indonesia Partnership in marine by technology. Bentuk kegiatan tersebut berupa penelitian bersama mengenai pencarian antibiotik dari sumber-sumber mikroba baru, pertukaran mahasiswa dan staf, capacity building melalui workshop, dan pengembangan kurikulum.

"Field training sendiri akan dilakukan di Marine station Teluk Awur Jepara meliputi bagaimana menentukan lokasi sampling, memilih sampel invertebrata yang akan diambil dan keamanan saat sampling. Workshop ini sangat mendukung penelitian kami yang baru yang disebut pusat riset penelitian bioteknologi kelautan tropis," paparnya.

Dia menyebut, bioteknologi kelautan adalah salah satu bidang ilmu yang terabaikan di Indonesia. Undip dipandang sebagai salah satu institusi yang mempunyai kemampuan untuk mengembangkan karena memiliki SDM dan sumberdaya lainnya.

"Harapan ke depan, sumbangan dari bioteknologi kelautan harus semakin nyata sama seperti halnya bioteknologi yang lain di bidang pertanian, kedokteran, lingkungan, dan sebagainya. Dengan adanya kerjasama ini akan ada pertukaran teknologi, pengembangan SDM karena akan ada workshop-workshop dan bantuan peralatan laboratorium untuk pengembangan biotek kelautan," tukasnya. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Demokrat Sindir Slogan "Kerja..Kerja..Kerja" Jokowi