Bahasa Mandarin Bekal Terobos Pasar Dunia

Foto: dok. UGM

Bahasa Mandarin Bekal Terobos Pasar Dunia
JAKARTA- Bahasa asing merupakan hal yang mahal di dunia pekerjaan. Dewasa ini, keterampilan berbahasa asing seringkali dijadikan tolok ukur untuk melihat potensi diri seseorang. Ternyata, tidak hanya bahasa Inggris yang banyak diminati dan tersedia kelembagaannya, bahasa Mandarin pun sudah dijadikan suatu kebutuhan untuk perbekalan menerobos pasar dunia.

Di Yogyakarta misalnya, Ketua Asosiasi Pendidik dan Pengembangan Bahasa Mandarin (APPBIMI) DIY Nicodemus Sanny mengemukakan, sekolah Bahasa Mandarin semakin merebak seiring dengan banyaknya perusahaan asing. "Apalagi, sekarang perusahaan mandarin sudah membuka Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia," ujar Sanny seperti dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (7/8/2012).

Dia mengimbuh, meski perkembangan wadah keterampilan bahasa mandarin di Yogyakarta ini belum terlalu terlihat layaknya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi sudah menunjukan adanya perkembangan yang baik.

Guna memetakan perkembangan kemampuan bahasa Mandarin di Yogyakarta, Program Studi Bahasa Mandarin Sekolah Vokasi UGM menggelar Program Pelatihan Guru Mandarin. Selama enam hari, 67 peserta akan mengikuti workshop dan juga ujian tertulis untuk mengukur kemampuan bahasa mandarin mereka. Peserta tersebut terdiri dari mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat umum.

"Di ujung acara para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda keikutsertaan mereka dalam workhsop ini," ujar Woro selaku Ketua panitia pelatihan.

Sanny melanjutkan, Di Yogyakarta sendiri, tenaga pengajar bahasa Mandarin ini masih sangat terbatas. " Jumlahnya masih sekitar 70 orang, yang 60 orang didalamnya merupakan anggota dari APPBMI," kata Sanny.

Namun, sangat disayangkan, keahlian para pengajar tersebut belum diasah, sehingga kemampuan mengajarnya masih terbatas. Sebab, kebanyakan dari mereka bukan lulusan dari Bahasa Mandarin itu sendiri, melainkan lulusan dari program studi bahasa ataupun sastra.

Maka dari itu, workshop ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan berbahasa mandarin. Disamping itu, Sanny juga melihat peluang yang bagus di bidang pariwisata.

"Tahun ini, wisatawan tiongkok yang berkunjung ke Bali menempati posisi kedua setelah Australia. Kondisi ini tentu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan Yogyakarta sebagai kota pariwisata," pungkasnya.
(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menlu AS Jelaskan Status Palestina-Israel