Pani, Gadis Nias yang Pantang Menyerah

|

Foto : Permata Sari Telaumbanua (Pani)/UGM

Pani, Gadis Nias yang Pantang Menyerah

JAKARTA - Meski berasal dari keluarga tidak mampu, Permata Sari Telaumbanua dibekali dengan kemampuan akademis yang memuaskan. Bahkan, atas prestasinya, Pani, begitu dia bisa disapa, diterima sebagai mahasiswa baru jurusan Geografi dan Lingkungan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Bidik Misi.

Dara berusia 18 tahun ini merupakan salah satu dari 1.102 mahasiswa baru penerima beasiswa Bidik misi di UGM. Gadis asal Nias ini merasa sangat bersyukur atas keberhasilannya masuk UGM.

Menurut pengakuan Pani, kedua orangtuanya tidak percaya sang anak berhasil diterima di UGM. Bahkan, bukannya merasa senang, ayah Pani, Sawanolok Telaumbanua, justru memintanya membatalkan niat untuk melanjutkan kuliah karena memikirkan biaya yang ditanggung.

“Enggak usah ke sana, jauh, kata ayah saya. Saya bilang, jika Tuhan punya rencana, kenapa kita harus tolak, Pak?” ujar Pani, seperti dinukil dari laman UGM, Rabu (8/8/2012).

Tekad dan keinginan keras Pani meluluhkan hati sang ayah. Apalagi setelah Pani menjelaskan bahwa kedua orangtuannya tidak perlu membayar sepeserpun untuk biaya kuliahnya.

Namun, kendala yang dialami Pani kembali muncul. Kedua orangtuanya tidak memiliki biaya untuk ongkos Pani ke Yogyakarta. Akhirnya, ibu Pani, Yuni Ramarepa, mengundang sanak keluarga mengenai kesulitan yang mereka alami. Beruntung, beberapa adik iparnya bersedia membantu. “Ada tiga om yang bantu,” katanya menjelaskan.

Pani mengungkapkan, mereka sekeluarga tinggal di Desa Saewe, Kecamatan Gido, Nias. Keluarganya menopang hidup dari hasil jerih payah ayahnya sebagai nelayan. Bila melaut, selama empat sampai lima hari ayahnya tidak pulang ke rumah.

"Bila kapal sudah merapat, hasil tangkapan dibawa ibu ke pasar tradisional Gunung Sitoli untuk dijual. Dapat uang Rp300-Rp500 ribu,” ungkap perempuan mungil berambut panjang itu.

(mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Empat Pelajar Dibacok hingga Sekarat