Setgab Koalisi Perlahan Tenggelam

|

Setgab Koalisi Perlahan Tenggelam

JAKARTA - Lama tak terdengar gaungnya, Koalisi partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) perlahan tenggelam. Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro, menilai, ini terjadi lantaran koalisi terbentuk secara spontan.

"Memang saya melihat itu format koalisi tidak jelas. Sejak kita mengaflikasikan sistem partai banyak pada 1999 sampai 2009, model koalisi tidak terformat. Kalau pun partai pemenang mengajak partai lain bergabung hanya spontan, hanya didasarkan atas kepentingan dengan durasi waktu terbatas," kata dia saat dihubungi Okezone, Rabu (8/8/2012).

Menurut dia, partai politik tidak mungkin tanpa membentuk koalisi karena jumlah partai politik begitu banyak. Namun, tidak ada keseriusan semua yang terkait untuk membentuk format koalisi yang diperlukan untuk kepentingan mewakili rakyat.

"Jadi sitemnya gaduh-gaduh. Sulit mengarahnya kemana karena fondasinya tidak jelas," jelasnya.

Ke depan, tambahnya, harus ada pembenahan dari gemuknya partai politik. Satu sisi kita menganut presidensial, di sisi lain bagaimana merampingkan jumlah partai yang terlanjur membengkak. Sistem partai banyak atau multipartai boleh tapi harus diwadahi dalam lembaga yang jelas.

"Pada waktunya sistem partai banyak harus bisa jadi payung konfederasi. Jadi ada perumpunan ini poros nasionalis, ini agamis atau partai tengah, jadi masing-masing sudah memayungi partai yang banyak," kata dia.

Dengan sitem konfederasi dan federasi, dia yakin tidak akan menghilangkan fungsi representasi yang diamanatkan rakyat. Saat ini, kata dia, harus ada semangat membangun koalisi berjangka panjang.

"Parpol betul-betul dibangun untuk menjaga pilar demokrasi sebagai representasi rakyat dan mengakomodasi aspirasi," jelasnya.

Dia menilai, koalisi abal-abal akan tetap ada sampai kapanpun jika tanpa menata ulang banyaknya partai politik saat ini. Yang terjadi hanyalah gonjang-ganjing politik tanpa bekerja maksimal untuk kepentigan masyarakat.

"Mengharapkan reformasi partai itu susah karena mereka cenderung konservatif. Tapi memang harus digulirkan agar papropl cepat mengoreksi diri," pungkasnya.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    International Student Festival Menjadi Wadah Mahasiswa IKJ